Cerita Tilang Polisi Juma'at Pagi

Sabtu, 10 Desember 2011
Cerita Tilang Polisi Juma'at Pagi - Sampai sekarang kang salman tidak tau kenapa pandangan saya pada polisi selalu jelek. Sampai sekarang saya masih sedikit kesal dengan ulah segelintir polisi nakal  yang kerap kali mencari kesalahan agar pengguna sepeda motor di tilang dan lucunya lagi merekalah yang menawarkan damai atau sidang, semoga pihak kepolisia dapat memberantas oknum-oknum nakal yang menyalahgunakan wewenang.

Pagi itu setelah saya antar adik ke kampus karena memang dia telat bangun, di perjalanan semua baik-baik saja sampai suatu saat saya di stop polisi beserta kendaraan lainnya didepan saya.

Saya diminta surat-surat, kemudian saya tunjukan semuanya dan lengkap, polisi tersebut bilang saya ditilang kontan saja saya protes keras kenapa saya di tilang dan apa kesalahan saya padahal saya hendak berniat memutar arah bukan tancap gas lurus kedepan. Namun polisi tersebut malah mengotot dan disiruh saya mengikuti dia. Okey kemudian kang salman ikuti polisi tersebut beserta salah seorang bapak yang sama disuruh mengikuti dia. Dari awal saya udah aneh banget sob, masa saya di ajak ke warung nasi di pinggir jalan

Begitu masuk kesana saya membuka helm dan protes kembali karena saya merasa tidak bersalah, tp polisi tersebut tidak percaya dan mengatakan ya udah jangan banyak omong sekarang kamu di tilang sambil mengeluarkan senjata Andalannya surat tilang kertas merah (from merah) dan menyakan nama saya. Lalu habis dari mana? saya jawab terus terang habis mengtar adik, mau kemana mau singgah ke rumah saudara.

Polisi itu bilang pada saya

P: kamu saya tilang nanti tanggal 2 Desember Sidang di Jln. Martanatiha Bdg.
Saya: oke pak, jawab saya
(polisi tersebut melanjutkan mengisi surat tilang kembali, sambil mengisi surat tilang dia berbicara pada bapak-bapak yang sama-sama di tilang, "bapak karena bapak tidak bawa STNK, sim motornya saya tahan dulu disini, sekarang bapak pulang dulu kerumah dan bawa STNK nya").

Dari situ saya menyela lagi. pak saya tuh bener-benar masuk jalur dua itu buat memutar jalan bukan untuk melanggar lalu lintas.
P: tapi kenapa kamu tadi di tengah-tengah kalau mau muter ya harusnya di pinggir kanan.

Saya: Pak saya itu mau nyelip mobil biar bisa cepat masuk ke jalur kanan bukan untuk terus di tengah di jalur dua.

P: memang kamu itu mau kemana?

Saya: saya mau ke saudara saya, rumahnya di belakang koperasi, kalau mau ke koperasi memang muternya biasa disini kan? saat saya
(polisi pun mengangguk)

P: ya sudah karena surat-surat kamu lengkap gini aja, kamu punya uang berapa?
(buset ini polisi ternyata akhirnya ketahuan juga idung belangnya)

Saya: pak saya ga punya uang, saya ga bawa uang lihat dompet saya kosong.

P: ya udah saya tilang aja, sambil menayakan nama dan mengisi surat tilang

Saya: mangga pak. di tilang saja (silakan pak, ditilang saja)
Polisi tersebut tampaknya kesel ngeliat tingkah saya yang dengan senang dan datar mengatakan silakan di tilang saja. jujur saja memang pada saat itu perasaan saya senang juga karena tidak pernah disidang dan penasaran ingin tau bagaimana sih proses persidangan pelanggaran lalu lintas.

Kemudian polisi menatap saya kembali, kamu adanya uang berapa biar cepet beres?
Karena saya kesal dan bertele-tela saya keluarkan dompet. pak lihat dompet saya kosong. saya ga bawa uang pagi ini saya mengatar adik ke kampus. mangga ku bawa tingali (silakan bapak lihat) oh ya pak, ada juga ini, abdi gaduh 2 matrai mangga candak bisa bapak priogi ) oh ya pak saya hanya punya 2 buah matrai 6000an, silakan bapak ambil saja siapa tau butuh.

Polisi tampaknya semakin kesal. pertanyaan terakhir polisi kepada saya kamu tu mau kemana? saya jawab kembali saya mau ke rumah saudara di belakang koperasi, kalau mau ke koperasi memang saya biasanya muter disini karena putaran ini memang disediakan untuk kesana.

P: kamu habis munum apa?

Saya: pak, silakan bapak cium apa mulut saya bau alcohol.. saya tu semalam tidak tidur, makannya mata saya merah.

P: ya sudah ni ambil lagi surat-suratnya.

Dalam hati saya akhirnya laga juga, karena saya tidak jadi di tilang dengan alasan yang tidak masuk akal.
Sampai sekarang saya selalu kepikiran apa polisi tidak malu menjadi pemeras di jalanan? apa mereka tidak kesian anak dan istri di beri makan dengan uang sogok macam itu?

Jangan takut sama polisi kalau kita tidak salah, kalau kita masuk jebakan polisi nakal jangan mau di minta uang lebih dari 35rb. Orang di sidang aja bayarnya paling besar segitu. malah banyak yang 25.000, temen aja ga bawa sim cuma kena denda 25rb saat di sidang.

Disidang itu tidak seperti yang Anda bayangkan. Kita cuma datang, lalu duduk, kemudian nunggu nama kita di panggil, lalu surat tilang kita di cap sama hakim-hakiman. plus denda yang harus di bayar. mulai dari Rp 20.000 - 35.000

Beberapa pengalaman saya saat saya di tilang, setiap kali saya meminta surat tilang biru malah selalu mengelak ini itu, malah ada yang menjawab tidak ada. Gini-gini juga saya bukan orang bodoh saya sedikit tau hukum, buat kalian yang tilang polisi jangan mau di bodohin polisi nanti akan kang salman ceritakan cerita tilang kang salman yang lainnya, mulai dari yang lucu sama kejadian-kejadian tilang yang aneh.

Pengatahuan tambahan:
Macam-macam surat tilang
Form Merah = surat ini buat kita yang ga ngaku salah,
Form Biru = surat ini buat kita yang ngaku salah.

Kalau di tilang minta form biru aja sob, klo form biru artinya kita mengakui kalau kita melakukan pelanggaran lalu lintas, dan kita membayar denda pada negara dengan metransfer melalui bank BRI. udah itu surat-surat kita dapat kembali lagi, saat itu juga dengan menunjukkan bukti transfer pada polisi yan nilang kita. makannya sebalum pergi ke bank, mintalah lebih dulu nomer hp polisi yang nilang Anda.

Form merah = ujung-ujungnya sidang dan duit. sering terjadi penyalah gunaan wewenang. dan banyak di jadikan bahan korupsi oleh satuan lalu lintas kepolisian.
See you..

Baca Juga:


Jangan asal copy paste! baca aturannya disini
Post By Kang Salman


Mau punya template kostom dan beda dari yang lain? Order segera Jasa Pembuatan Blog > Jasa Pembuatan Banner Iklan > Jasa Pembuatan Logo Blog Order asksalman19@gmail.com 
Dapatkan update artikel  terbaru kami langsung ke email anda.  
Download Smadav 8.8 Terbaru 2011 4.0
Artikel Terbaru

10 Responses to "Cerita Tilang Polisi Juma'at Pagi"

Cara Mengobati Maag Secara Tradisional mengatakan...

hahaha..lucu juga ceritanya kang,,emang kalo mau jujur saya juga punya rasa dendam,,soalnya waktu itu saya terburu2 mau ikut test ke perguruan tinggi dengan kakak,,eekh di tilang,,ujung2 nya pake uang,,hemmhh..

Kang Salman mengatakan...

Hahahaha Begitu ya :D polisi jadi doyon uang soalnya dulunya saya yakin yogok saat masuk satuan kepolisian. Ga aneh kok, saya dulu sempet di tawari klo mau jadi polisi harus ada uang pelicin 100 juta.

WINA PRIVATE COURSE mengatakan...

Jangan merasa benar ketika ditilang, akui saja kesalahan dan kita tidak akan diberi surat tilang berwarna merah sebagai tanda melawan petugas. Kalau kita mengakui kesalahan biasanya tidak ada tilang, prosedurnya; peringatan dulu baru setelah itu tilang.

Syaiful Rizal's mengatakan...

kalo nilang andalannya UUD= Ujung Ujungnya Duit

awan mengatakan...

hahhahaha :D
secara masbro, udah jadi rahasia umum,
sekarang bandingkan antara :
polisi & PMK = dipikir2 lebih berjasa mana :P.

Polisi = mengatur lalu lintas , saat hari cerah , coba saat siang panas terik atau hujan , siapa yg ngatur?? polisi cepek , kalau ada yg melanggar atau sedikit saja melanggar akhirnya juga UUD (ujung2nya duit ), n kbanyakan Pol. gak sampai 10 tahun udah punya rumah baru yg trbilang megah( bgmana dia dpt uang buat bli rumah br, gajinya berapa??).

PMK ( pmadam kbkaran ) : menurut yang saya liat , PMK gak pernah mengenal waktu, gak bisa korupsi ( apa yg mau dikrupsi ) , status Pegawai Negerinya pun sering terabaikan oleh negara. Siang panas terik , ujan , malem tidur atau apapun , kalau udah tugas buat nyelametin orang yang ngalamin musibah Harus dan tnpa tkut hadapi api.. Gak peduli gajinya berapa ( gajinya lebih kecil dari pada GURU ) , coba tanyakan berpa gaji seorang PMK yg bertaruh nyawa :D.
3 orang tetangga n temen juga walaupun kerja udah 15 tahun kondisi RUmah Tangga tetap sederhana , dan yg lebih penting sifat mereka jauh lebih bisa dihormati dari pada seorang Pengayom duit masyarakat .

Nah sedikit perbedaan antara Pengayom masyarakat yg sesungguhnya dan pengayom duitnya masyarakat..

maaf panjang komennya :P.
Cuma membandingkan, dan gak bakalan ada tindakan dari pemerintah ini masbro , hilang satu Profil nakal akan tumbuh 1000 lagi, dan negara pun akan tetap membela dan tidak akan menghalangi, toh pajak di indo terlalu besar , ang kaya makin kaya yang miskin nunggu mati :D Wasalam ..
" Blogger kota malang "

romzul mengatakan...

Saya juga sering seperti itu, kalau dihentikan polisi saya selalu minta ditilang. Ujung2nya mereka akan mengembalikan surat-surat kita walaupun tanpa diberi uang.

Hati-hati juga kalau kita yang menawarkan damai, sudah ada beberapa orang yang dipidanakan dengan dalih mencoba menyuap petugas.

Nanti kalau mereka sendiri yang minta uang, itu terserah kita. Mau tetap sidang atau memberi seikhlasnya...

Kang Salman mengatakan...

Mantap-matap share pengalamannya :D Bisa di jadikan jurus baru nih... Thanks Wina, Rizal, Awan, romzul buat komentar supernya :)

Lenterak mengatakan...

Jangan mengakui benar kalau itu salah dan jangan mau dianggap salah kalau kita benar.Itu prinsip bila diberhentikan polisi.

rumah tradisional mengatakan...

haha,,,,betul itu gan,, saya juga sama pernah itu ditilang polisi,..tutup pentil ban gak ada juga tetep disalahin...hus dasar mang lisi cari duit

Anonim mengatakan...

mau polantas mau reserse semua polisi sama aja.. brengsek semuanya... cuma 1 polisi yg ga brengsek yaitu POLISI TIDUR