Air Sumber Kehidupan dan Keajaiban Dalam Al Quran

Senin, 05 Maret 2012
Air Sumber Kehidupan Dalam Al Quran
Air Sumber Kehidupan Dalam Al Quran - Kehidupan manusia punya hubungan dan erat dan langsung dengan air. Materi ini merupakan sumber kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Sepanjang sejarah, air menjadi faktor penting dalam membentuk cara hidup manusia, pengembangan teknologi, bahaa dan budaya. Di mana saja ada air, maka sudah pasti di sana ada desa dan kota, bahkan sebagian peradaban besar manusia diberi nama sesuai dengan sumber air, seperti Nil, Sindh, Tigris dan Furat. Ayat-ayat al-Quran dan Hadis banyak menekankan pentingnya air sebagai sumber kehidupan manusia.

Allah Swt dalam ayat ke-30 surat al-Anbiya berfirman, "... Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup …" Secara transparan Allah dalam ayat ini menyebut air sebagai sumber kehidupan. Dari ayat ini menurut penjelasan banyak riwayat dan tafsirnya dapat dipahami bahwa air menjadi tiang dan pokok bagi penciptaan ilahi. Air adalah ibu bagi segala fenomena alam. Dari ayat-ayat lain dengan jelas dapat dimengerti betapa Allah menisbatkan air untuk segala bentuk kehidupan dan keberadaan. Artinya, tanpa air kehidupan menjadi tidak bermakna.

Dalam banyak kasus penciptaan alam, ayat-ayat al-Quran menjelaskan penciptaan manusia, hewan, berkembangnya buah, rumput dan tanaman di dunia berasal dari air. Tampaknya bila menyelami lebih jauh ayat-ayat al-Quran hanya satu yang dapat disimpulkan bahwa air merupakan ciptaan Allah yang sangat bernilai setelah manusia. Setiap kehidupan sumbernya pasti berasal dari air yang menjadi nikmat dan anugerah Allah. Air memberikan kehidupan dan juga melindunginya. Bahkan air mensucikan segalanya.

Bila dicermati secara seksama, ayat-ayat al-Quran mengajak manusia agar meneliti lebih dalam akan nilai materi sumber kehidupan ini. Allah Swt dalam surat al-Waqi'ah ayat 68 berfirman, "Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum." Fenomena ucapan tasbih dari makhluk Allah merupakan satu hal penting yang dapat mengajak manusia memikirkan segala ciptaan-Nya. Allah Swt berfirman, "Semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah." Apakah sampai saat ini kita pernah bertanya kepada diri sendiri, apa makna dari tasbih dari makhluk ciptaan Allah ini? Makna dari tasbih mereka adalah seluruh alam semesta, tanpa kecuali, memiliki pengetahuan, pemahaman dan perasaan. Air juga demikian, bertasbih kepada Allah.

Profesor Masaru Emoto, peneliti Jepang dengan publikasi hasil penelitiannya berhasil membuktikan molekul air ternyata dapat dipengaruhi oleh pengertian-pengertian yang dibuat manusia. Teorinya tentang pengaruh ini diakui oleh lembaga-lembaga sains, fisika dan biologi. Profesor Emoto mengkaji banyak sampel dari air yang membentuk kristal dan membandingkan satu dengan lainnya. Eksperimen yang dilakukannya menggunakan sekitar 10 ribu sampel yang berhasil dikumpulkannya dan dipublikasikan dalam tiga jilid buku dengan judul "The Messages from Water". Ia percaya kondisi lingkungan mempengaruhi kombinasi molekul air.

Sesuai dengan apa yang ditulis Dr. Emoto dalam bukunya, air merupakan materi yang paling mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Bukan hanya bentuk fisiknya saja, tapi juga bentuk molekulnya dapat berubah sesuai dengan lingkungannya. Energi yang dikeluarkan oleh manusia dari badannya, pikiran, musik bahkan doa dapat mempengaruhi bentuk molekul air. Sebagai contoh, Masaru Emoto mengatakan kepada air, "Aku menyukaimu", lalu membekukannya. Setelah itu ia melihat molekul air tadi di bawah mikroskop, ternyata molekul air itu berbentuk kristal heksagonal yang indah. Setelah itu ia mengatakan, "Aku tidak menyukaimu", molekul air tidak berbentuk kristal, bahkan gambarnya buruk sekali.

Masaru Emoto akhirnya memahami perbedaan struktur kristal air yang didapat dari pelbagai sumber yang berbeda. Air dari sumber mata air atau yang mengalir memiliki struktur kristal yang indah. Sementara air yang terdapat di kawasan padat dan industri atau tergenang, struktur kristalnya tidak teratur. Oleh karenanya, air yang tergenang jelek karena diamnya. Terlebih lagi keberadaan alam tidak harmonis dengan diam dan ketergenangan. Emoto juga sampai pada kesimpulan bahwa air yang baru diambil dari sumber atau dari pegunungan struktur molekulnya sangat indah. Hal itu dikarenakan air tersebut belum terkontaminasi dengan pemikiran negatif manusia.

Hasil penelitan ilmuwan Jepang ini membuat kita teringat ayat al-Quran yang melarang manusia berpikiran negatif. Dalam surat al-Hujurat ayat 13 Allah Swt berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa ...".

Penemuan menarik lainnya terkait struktur molekul air adalah pengaruh doa terhadap air. Profesor Emoto menyimpulkan ahwa doa membuat segala sesuatu menjadi indah dan air termasuk di dalamnya. Dikatakannya, kalimat "Bismillahirrahmanirrahim" yang ada dalam al-Quran dan sering diucapkan oleh umat Islam dalam memulai pekerjaan dan makan memberikan pengaruh yang indah dalam struktur molekul air. Ketika kita mengucapkan basmalah, akan terjadi perubahan yang indah dan ajaib pada kristal air. Dengan mencermati hal ini, memahami aturan Islam agar mengucapkan basmalah saat meminum air menjadi sangat mudah.

Dalam agama Islam, air paling suci adalah yang berada di sumur bernama Zamzam di Mekah. Sumur Zamzam dapat dikata sebagai satu dari tanda-tanda kebesaran Allah. Doktor Emoto saat meneliti air Zamzam mengatakan, "Air Zamzam punya keistimewaan yang tidak ditemukan pada air yang lain dan struktur kristal air ini berbeda dengan seluruh air yang ada di dunia." Setelah menganalisa air Zamzam dan membandingkannya dengan air berkualitas lainnya, ia menemukan satu poin penting bahwa air Zamzam punya perbedaan dengan air lain di dunia.

Sebagai contoh, seluruh air yang memiliki molekul indah bila terpapas gelombang negatif bakal diam dan kehilangan keindahan molekulnya. Berbeda dengan air Zamzam yang tidak mudah kehilangan keindahan struktur molekulnya. Bahkan bila setetes air Zamzam diteteskan kepada 1000 tetes air biasa, maka air itu akan memiliki ciri khas air Zamzam. Masaru Emoto mengatakan, "Seluruh penelitian yang dilakukan di laboratorium tidak mampu mengubah ciri khas air ini dan kami sampai saat ini belum mampu mengidentifikasi penyebabnya."

Profesor Emoto sampai pada kesimpulan bahwa air Zamzam bukan air biasa. Perlu diketahui bahwa dalam banyak riwayat Ahlul Bait telah ditekankan akan dampak maknawi dan penyembuhan radi air Zamzam. Oleh karena itu mereka merekomendasikan umat Islam agar meminum air Zamzam. Imam Ali as berkata, "Air Zamzam merupakan air terbaik dan termulia di muka bumi. Air Zamzam sangat segar, tidak berbau dan dapat menyembuhkan serta sumbernya tidak akan pernah kering."

Apa yang dilakukan oleh Masaru Emoto dalam penelitiannya pada hakikatnya harus mampu mengubah cara pandang kita akan diri, lingkungan dan alam tempat kita tinggal. Poin penting dan berharga dalam eksperimen yang dilakukannya adalah bentuk molekul air yang tidak indah ternyata dapat kembali pada kondisi pertamanya yang indah. Sekaitan dengan manusia, Islam juga menekankan bahwa dengan bertaubat, manusia dapat kembali kepada Allah dalam keadaan yang indah. Taubat dapat memusnahkan pengaruh keburukan dan juga dosa. Allah Swt dalam al-Quran ayat 222 surat al-Baqarah berfirman, "... Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

Profesor Emoto mengatakan, "Air punya pesan penting kepada manusia. Kepada kita air berkata, pandanglah diri kita lebih dalam lagi." Air dapat memahami kebaikan, keindahan dan keburukan. Air dapat merasakan doa dan sangat tersiksa bila dicerca. Air bukan saja mampu membedakan perilaku baik dan buruk, tapi juga dapat memilah pemikiran positif dari negatif. Air secara cerdas mampu mereaksi segala sesuatu. Apakah kita juga seperti air mereaksi negatif keburukan yang ada dalam diri kita, dan berusaha mempekuat dimensi kesucian dan keindahan?

Ketika kita menyebarkan energi positif kepada air yang berdampak reaksi positif air, ternyata pengaruh positif itu kembali pada diri kita. Prinsip ini tidak hanya berlaku pada air. Bila kita mengalirkan energi positif kepada alam dan mereka menerima itu, pada saat yang sama kita juga akan merasakan manfaat positifnya. Oleh karenanya, sejak sekarang kita dapat memulai dengan mengucapkan nama pencipta alam semesta sebelum meminum air. Sebuah ucapan syukur atas nikmat yang dianugerahkan Allah kepada kita. Mensyukuri nikmat yang berdampak positif pada air yang akan kita minum pada gilirannya membuat kita melihat dunia dengan pikiran positif. Tentu saja meminum air dengan cara ini lebih nikmat ketimbang minum air seperti biasa saja. (IRIB/SL/NA)

tautan: http://indonesian.irib.ir

Berlangganan KUCOBA Email Update
Artikel Terbaru

2 Responses to " Air Sumber Kehidupan dan Keajaiban Dalam Al Quran "

Jelajah Nesia mengatakan...

Berbagi Kisah, Informasi dan Foto

Tentang Indahnya INDONESIA

www.jelajah-nesia.blogspot.com

aimkazuhiko mengatakan...

setuju... the power of water sangat luar biasa. bahkan 70% dari tubuh kita adalah cairan... mandi saja kalau airnya kotor gak betah dan gatel...jadi yuk ah kita syukuri air yang diberikan Allah SWT.