Bacaan Niat Sholat 5 Waktu Dan Tata Cara Sholat

Rabu, 24 Oktober 2012
tata cara sholat Bacaan Niat Sholat 5 Waktu Dan Tata Cara Sholat - 1. Bacaan Niat Sholat Shubuh/Subuh (2 Roka'at)
Ushollii fardlolsh shubhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (imaaman/ma'muuman) lillaahi ta'aalaa.
Artinya :
"Aku sengaja sholat fardlu shubuh dua raka'at menghadap qiblat (sebagai imam/sebagai makmum) karena Allah".

2. Niat Sholat Dhuhur/Zuhur/Lohor (4 Roka'at)
Ushollii fardlodh dhuhri arba'a roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an (imaaman/ma'muuman) lillaahi ta'aalaa.
Artinya :
"Aku sengaja sholat fardlu dhuhur empat raka'at menghadap qiblat (sebagai imam/sebagai makmum) karena Allah".

3. Niat Sholat Ashar/Asar (4 Roka'at)
Ushollii fardlol 'ashri arba'a roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an (imaaman/ma'muuman) lillaahi ta'aalaa.
Artinya :
"Aku sengaja sholat fardlu ashar empat raka'at menghadap qiblat (sebagai imam/sebagai makmum) karena Allah".

4. Niat Sholat Maghrib/Magrib (3 Roka'at)
Ushollii fardlol maghribi tsalaatsa roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an (imaaman/ma'muuman) lillaahi ta'aalaa.
Artinya :
"Aku sengaja sholat fardlu maghrib tiga raka'at menghadap qiblat (sebagai imam/sebagai makmum) karena Allah".

5. Niat Sholat Isya/Isa (4 Roka'at)
Ushollii fardlol 'isyaa-i arba'a roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an (imaaman/ma'muuman) lillaahi ta'aalaa.
Artinya :
"Aku sengaja sholat fardlu isya empat raka'at menghadap qiblat (sebagai imam/sebagai makmum) karena Allah"

-----
Keterangan Tambahan :
Jika sholat berjamaah sebagai imam maka tambahkan imaaman setelah adaa-an. Sedangkan jika sholat jamaah sebagai makmum tambahkan ma'muuman setelah adaa-an. Jika tidak sholat sebagai imam maupun ma'mum, maka langsung dari adaa-an ke lillaahi ta'aalaa.

Semoga informasi Bacaan Niat Sholat 5 Waktu Dan Tata Cara Sholat ini bermanfaat.

Tambahan:
Bacaan Doa Niat Shalat Idul Adha - Bulan Haji atau Bulan Zulhijah dimana umat muslim dunia berkumpul d Mekah untuk melaksanakan haji serta, Qurban hewan bagi umat muslim yang mampu.Bagi sebagian orang sholat Idul adha ini masih cukup membingungkan karena ada beberapa perbedaan dengan sholat yang biasanya terutama pada saat mengangkat Takbir. Berikut ini sedikit penjelasan tentang doa niat dan tata cara shalat idul adha.karea tidak jauh beda dengan sholat idul fitri.

Bacaan Niat Shalat Idul Adha
“Ushalli sunnatal li'iidil Adha rak'ataini (imamam/makmumam) lillahita'aalaa”

Arti Niat
“Aku niat shalat idul Adha dua rakaat (imam/makmum) karena Allah Ta'ala.”

Tata Cara Shalat Idul Adha
Shalat Id (Idul Adha) dilakukan 2 rakaat. Prinsipnya sama dengan shalat-shalat yang lain. Namun, ada sedikit perbedaan yaitu dengan ditambahnya takbir pada rakaat yang pertama 7 kali, dan pada rakaat yang kedua tambah 5 kali takbir selain takbiratul intiqal.

Bacaan Setiap Selesai Takbir
“Subhaanallaah wal hamdulillaahi wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar.”

Arti Bacaan
“Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah dan tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah itu Maha Besar.”

Takbir tambahan pada rakaat pertama dan kedua itu tanpa takbir ruku', yaitu merupakan takbir tambahan selain takbir yang sering dilakukan pada shalat lainnya. Sebagaimana dijelaskan oleh 'Aisyah dalam riwayatnya: "Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah bertakbir para (shalat) Adha 7 kali dan 5 kali selain 2 takbir ruku'." Adapun bacaan surat pada 2 rakaat tersebut, semua surat yang ada boleh dan sah untuk dibaca.

Rukun dan Sunnat Shalat Idul Adha
Rukun dan sunnat Shalat idul Adha sama halnya dengan shalat-shalat lainnya, namun ada beberpa penambahan. Rukun dan sunnat shalat Idul Adha yaitu sebagai berikut:

1. Berjamaah
2. Takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali pada rakat kedua
3. Mengangkat tangan setinggi bahu pada setiap takbir.
4. Setelah takbir yang kedua sampai takbir yang terakhir membaca tasbih.
5. Membaca surat pendek.
6. Imam menyaringkan bacaannya.
7. Khutbah dua kali setelah shalat sebagaimana khutbah jum’at
8. Pada khutbah Idul Adha memaparkan tentang hukum – hukum Qurban.
9. Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.
10. Tidak makan hingga kembali dari shalat Id. (khusus yang Qurban)

Update 26-10-2012 | 03:55 WIB
Cat: untuk poin ke10 silakan lihat penjelasan di kolom komentar di bawah.

Nah itu beberapa penjelasan tentang Niat dan Tata Cara Shalat Idul Adha semoga memberikan manfaat kepada kita semua. selamat BERQURBAN semoga ibadah kita diterima Alloh SWT Aamiin

Berlangganan KUCOBA Email Update
Artikel Terbaru

2 Responses to " Bacaan Niat Sholat 5 Waktu Dan Tata Cara Sholat "

Anonim mengatakan...

apa g keliru gan? sunahnya klo idul adha jangan makan dulu, tapi klo idul fitri sunah makan dulu, mohon dikoreksi

ADMIN mengatakan...

Ada satu anjuran sebelum penunaian shalat Idul Adha yaitu tidak makan sebelumnya. Karena di hari tersebut kita kaum muslimin yang mampu disunnahkan untuk berqurban. Oleh karenanya, anjuran tersebut diterapkan agar kita nantinya bisa menyantap hasil qurban.

Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad 5: 352.Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

قال أحمد: والأضحى لا يأكل فيه حتى يرجع إذا كان له ذبح، لأن النبي صلى الله عليه وسلم أكل من ذبيحته، وإذا لم يكن له ذبح لم يبال أن يأكل. اهـ.

“Imam Ahmad berkata: “Saat Idul Adha dianjurkan tidak makan hingga kembali dan memakan hasil sembelihan qurban. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dari hasil sembelihan qurbannya. Jika seseorang tidak memiliki qurban (tidak berqurban), maka tidak masalah jika ia makan terlebih dahulu sebelum shalat ‘ied.” (Al Mughni, 2: 228)

Ibnu Hazm rahimahullah berkata,

وإن أكل يوم الأضحى قبل غدوه إلى المصلى فلا بأس، وإن لم يأكل حتى يأكل من أضحيته فحسن، ولا يحل صيامهما أصلا

“Jika seseorang makan pada hari Idul Adha sebelum berangkat shalat ‘ied di tanah lapang (musholla), maka tidak mengapa. Jika ia tidak makan sampai ia makan dari hasil sembelihan qurbannya, maka itu lebih baik. Tidak boleh berpuasa pada hari ‘ied (Idul Fithri dan Idul Adha) sama sekali.” (Al Muhalla, 5: 89)

Namun sekali lagi, puasa pada hari ‘ied -termasuk Idul Adha- adalah haram berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama kaum muslimin. Sedangkan yang dimaksud dalam penjelasan di atas adalah tidak makan untuk sementara waktu dan bukan niatan untuk berpuasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Dan kita lihat dari penjelasan Imam Ahmad yang dinukil dari Ibnu Qudamah di atas bahwa sunnah tidak makan sebelum shalat Idul Adha hanya berlaku untuk orang yang memiliki hewan qurban sehingga ia bisa makan dari hasil sembelihannya nanti. Sedangkan jika tidak memiliki hewan qurban, maka tidak berlaku. Wallahu a’lam.

Hikmahnya

Hikmah dianjurkan makan sebelum berangkat shalat Idul Fithri adalah agar tidak disangka bahwa hari tersebut masih hari berpuasa. Sedangkan untuk shalat Idul Adha dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu adalah agar daging qurban bisa segera disembelih dan dinikmati setelah shalat ‘ied. (Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1: 602)

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

وَلِأَنَّ يَوْمَ الْفِطْرِ يَوْمٌ حَرُمَ فِيهِ الصِّيَامُ عَقِيبَ وُجُوبِهِ ، فَاسْتُحِبَّ تَعْجِيلُ الْفِطْرِ لِإِظْهَارِ الْمُبَادَرَةِ إلَى طَاعَةِ اللَّهِ تَعَالَى ، وَامْتِثَالِ أَمْرِهِ فِي الْفِطْرِ عَلَى خِلَافِ الْعَادَةِ ، وَالْأَضْحَى بِخِلَافِهِ .وَلِأَنَّ فِي الْأَضْحَى شُرِعَ الْأُضْحِيَّةُ وَالْأَكْلُ مِنْهَا ، فَاسْتُحِبَّ أَنْ يَكُونَ فِطْرُهُ عَلَى شَيْءٍ مِنْهَا .

“Idul Fithri adalah hari diharamkannya berpuasa setelah sebulan penuh diwajibkan. Sehingga dianjurkan untuk bersegera berbuka agar semangat melakukan ketaatan kepada Allah Ta’ala dan perintah makan pada Idul Fithri (sebelum shalat ‘ied) adalah untuk membedakan kebiasaannya berpuasa. Sedangkan untuk hari raya Idul Adha berbeda. Karena pada hari Idul Adha disyari’atkan memakan dari hasil qurban. Jadinya, kita dianjurkan tidak makan sebelum shalat ‘ied dan nantinya menyantap hasil sembelihan tersebut.” (Al Mughni, 2: 228)

Wallahu waliyyut taufiq.

Sumber: http://abuabdurrohmanmanado.wordpress.com/tag/sunnah-tidak-makan-sebelum-shalat-idul-adha-hanya-berlaku-untuk-orang-yang-memiliki-hewan-qurban/