2012-11-23
Oleh - Kang Salman

Sejarah KOPAJA dan Revitalisasi KOPAJA

Sejarah KOPAJA dan Revitalisasi KOPAJA
Advertisement:
Sejarah KOPAJA

KOPAJA (Koperasi Angkutan Jakarta) atau biasa di singkat Kopaja, adalah nama perusahaan yang menyediakan jasa angkutan umum berupa bus sedang di Jakarta, Indonesia. Kantor Kopaja sekaang ini beralamat di Jln. Airmaya No. 3A, Kebayoran LAma, Jakarta Selatan. Sama seperti MetroMini, bus-bus Kopaja berkapasitas 25 tempat duduk. Bus Kopaja berwarna hijau dan putih. Tapi meski berkapasitas 25 tempat duduk, seringnya kendaraan ini melebihi kapasitas seharusnya. Kalau dilihat dari sisi keselamatan, kendaraan ini sangat jauh dari aman, dimana segi fisik dari kendaraan ini sangat sudah tidak memadai untuk berjalan, sebagai contoh adalah tidak berfungsinya alat pengukur kecepatan dan alat kemudi yang cuma seadanya. Kalau dipandang dari sisi pengemudi sering sekali tampak ugal-ugalan di jalan dan tidak memperhatikan rambu-rambu lalu lintas di jalan sehingga sering sekali membahayakan pengguna jalan yang lain. Melihat dari sisi ramah lingkungan, kendaraan ini juga sebagai penghasil polusi yang cukup besar yang diakibatkan oleh mesin yang tidak bekerja secara fit sehingga menghasilkan pembuangan karbon yang cukup berbahaya dari pembakaran tidak sempurna. Tetapi, mulai 8 Agustus 2011, dioperasikan Kopaja AC bernomor rute S.13 dengan rute Ragunan Belakang – Grogol

Revitalisasi Kopaja

Revitalisasi KOPAJA
Koperasi Angkutan Jakarta atau yang sering dikenal dengan Kopaja meremajakan bus lama yang sebelumnya tidak menggunakan AC dengan bus AC. Peremajaan ini akan terus dilakukan bertahap untuk mengantikan bus yang sudah tidak layak beroperas. Peremajaan dilakukan pada armada yang melayani dua trayek yakni jurusan Ragunan-Tanah Abang (P-19) sebanyak dua bis dan Lebak Bulus-Senen (P-20) sebanyak emapt bis. "Dengan peluncuran Kopaja ini, kita menawarkan yang lebih baik, sama seperti S-13," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, di Ragunan, Jakarta Selatan (5/7/2012). Kopaja P-19 dan P-20 di lengkapi perangkat GPS (global positioning system), layanan WiFi , kartu pembayaran elektronik, layanan SMS khusus, dan tripod barrier pada pintu masuk. Untuk tarif, Kopaja baru ini berbeda dengan bus Kopaja biasa. Jika bus biasa non AC dikenakan Rp 2.000, maka tarif bus baru ini yaitu Rp 5.000. Kapasitas penumpang 25 orang.

www.kucoba.com
Advertisement:
Judul : Sejarah KOPAJA dan Revitalisasi KOPAJA Deskripsi : Admin : Terbit Rating : 5 stars

  • Lifestyle