2013-02-13
Oleh - Kang Salman

Alur Cerita Naruto 620

Alur Cerita Naruto 620
Advertisement:
alur cerita naturo 620Alur Cerita Naruto 620 - Hashirama tampak menutup matanya, seolah mencoba untuk memikirkan setiap perkataan yang keluar dari mulut Sasuke.

“Apa itu desa, dan Shinobi…?”

“Itachi, kakakku diperalat oleh desa. Tetap saja, ia mencoba untuk mempertahankan desa itu—dan pada akhirnya ia mati terhormat sebagai seorang Shinobi Konoha.” Jawab Sasuke sambil tetap menatap pada para Hokage yang juga membalas tatapannya, “ia membunuh rekannya, dan ia sendiri meninggal untuk melindungi desa. Apa yang sebenarnya terjadi?”

Sasuke menatap Hashirama dengan mata Mangekyounya.

“Dan Shinobi yang menciptakan ini semua, siapa sebenarnya mereka? Aku ingin mendengar semuanya darimu sebelum aku membuat sebuah keputusan—” Sasuke menghentikan mata Mangekyounya, memberikan sedikit jeda dari kalimatnya, “—apakah aku akan balas dendam pada desa, atau…”

Hashirama melihat kearah Sasuke, sementara Orochimaru tampak mengingat perjalanannya bersama dengan Sasuke menuju ke tempat ini dan juga pembicaraan mereka.

Flash Back


“Orochimaru—“ Sasuke yang sedang berjalan bersama dengan Orochimaru tampak memulai pembicaraan.

“Apa?”

“Kau mencoba untuk menghancurkan desa,” menatap sang Sannin dari Konoha itu dengan tatapan datar seperti biasanya, “pada awalnya, aku percaya ketika kau mengatakan kalau itu hanyalah keinginanmu semata. Tetapi sekarang aku tahu kalau itu tidak benar. Apa maksudmu yang sebenarnya?”



End Flash Back


“Membalaskan dendam pada desa?” Tobirama menyilangkan kedua tangannya di depan dada, “kau juga terpengaruh oleh iblis Uchiha, bocah…” tampak bersiap untuk melakukan sesuatu pada Sasuke, “aku akan…”

Melihat keadaan itu tampak Sasuke, Jugou, Suigetsu, dan juga Orochimaru menjadi waspada. Hashirama sendiri dengan tangan yang masih menyilang di depan tubuhnya tampak mengangkat satu jarinya.

“Hokage kedua!” Sarutobi dan Minato tidak kalah terkejut. Sasuke tampak bersiap untuk mengatasi kemungkinan apapun yang terjadi.

Namun tiba-tiba saja Hashirama menatap adiknya dengan tatapan dan aura yang gelap. Seolah dengan melihatnya saja sudah bisa membunuh seseorang dengan auranya.

“Tobirama…”

Saat itu tiba-tiba saja dinding di tempat mereka berada tampak retak. Bukan hanya itu, tetapi lantai kayu yang menjadi pijakan mereka juga perlahan patah dan juga hancur. Tobirama yang menatap kakaknya itu tampak terdiam karenanya.



Jugou tampak dengan segera berdiri di depan Sasuke untuk melindunginya sementara Suigetsu tampak memegang lengan Orochimaru dan bersembunyi di belakangnya. Tubuhnya juga tampak meleleh karena tertekan oleh rasa takut karena aura keberadaan dari sang Hokage pertama.

’A—aura kehadiran yang hebat…’ Orochimaru membentuk segel tangan untuk bersiap mengendalikan mereka kalau keadaan mulai tak terkendali.

“Turunkan tanganmu.” Satu kalimat, yang membuat Tobirama menurunkan tangannya.

“Baiklah, kau tidak perlu menggunakan chakramu terlalu banyak kak…”

“GAHAHAHA!” aura yang menusuk itu tiba-tiba saja menghilang sesaat setelah Tobirama menurunkan tangannya, “maaf, maaf!!”

Sasuke dan juga yang lainnya masih waspada walaupun sifat Hashirama sudah kembali seperti pertama kali mereka melihat dan menilainya. Minato melihat kearah langit-langit yang tampak juga hampir saja runtuh.

“W—wow…”

’Kau tetap saja sama seperti dulu Hashirama-sama…’ Sarutobi menghela nafas (entah apakah ia memiliki nafas, karena bagaimanapun mereka sudah mati bukan? XD). Dan Tobirama tampak memalingkan wajahnya sambil mendengus pelan.

“Hmph…”



“Ngomong-ngomong, kau punya kakak yang hebat Sasuke. Ia akan menjadi Shinobi yang lebih hebat dariku,” jawab Hashirama tampak semangat seperti biasanya, “aku bisa menceritakan tentang desa dan juga Shinobi, tetapi itu akan menjadi cerita yang panjang.”

“Jika memungkinkan, aku ingin kau mengatakan padanya apa yang ingin ia ketahui. Kami tidak memiliki banyak waktu.” Orochimaru menyanggah omongan dari Hashirama saat itu. Sarutobi tampak bingung mendengar perkataan mantan muridnya itu.

“Kalian tidak memiliki banyak waktu?”

“Sebenarnya kami berada dalam keadaan perang. Madara Uchiha bangkit dan merencanakan untuk memusnahkan semua shinobi yang ada di dunia.” Perkataan Orochimaru lantas membuat keemapt hokage terdahulu terkejut bukan main.

Berdecak kesal, Hashirama memegangi dahinya dan mengeluh.

“Dunia ini selalu saja berada dalam perang…”

Sementara Minato yang daritadi diam tampak menyadari sesuatu saat mencoba merasakan chakra yang ada di luar tempat itu. Tobirama tampak menoleh ke sekelilingnya dan juga mencoba merasakan chakra.

“Benar, aku bisa merasakan chakra yang kuat dari arah pukul dua…”



’Ini adalah chakra Naruto dan juga Kyuubi,’ Minato benar-benar tertegun dan seolah tidak percaya dengan chakra yang ia rasakan saat ini, ’Begitu, jadi kau berhasil melakukannya Naruto!! Dan sekarang, kau bertarung bersama dengannya!’

“Sepertinya ini benar-benar kenyataan. Aku bisa merasakan dengan pasti chakra milik Uchiha Madara!”

“Kalau begitu kita juga harus pergi menuju ke medang perang sekarang!!” Sarutobi tampak tidak sabar dengan perkataan Orochimaru yang tampak menghambat mereka.

“Kau dikendalikan oleh Edo Tensei milikku, aku bisa membatasi pergerakanmu.” Orochimaru menatap sang mantan guru di depannya saat itu, “kalau kau ingin pergi dari sini, kau bisa melakukannya setelah kita selesai berbicara…”

“Kita bisa membicarakan itu setelah ini!” Sarutobi tampak kesal pada Orochimaru, “apakah kau sadar bagaimana bahayanya jika Uchiha Madara kembali?!”

“Aku berada di pihak bocah ini,” Orochimaru menatap Sasuke yang ada di sampingnya begitu juga dengan Jugou, “jika Sasuke tidak setuju, aku bisa menggunakan kalian untuk menghancurkan Konoha, saat ini juga.”

Sasuke dan juga Hashirama tampak hanya diam dan saling bertatapan.

“Tch, Jutsu ini—“ Sarutobi tampak mencoba untuk bergerak meskipun tubuhnya tampak tidak bisa bebas menurutinya.

“Orochimaru, kukira kau sudah salah sangka,” Tobirama yang kini angkat bicara. Menyentuh dinding tanah yang ada di sampingnya seolah mengamati dan merasakan darimana asal chakra yang ada di luar, “meningkatkan akurasi dan juga efisiensi dari jutsu ini menjadi kesalahanmu. Saat ini, kami dibangkitkan kembali ke dunia dengan kekuatan kami yang hampir sepenuhnya.”

Membuat dinding retak dengan menyentuhnya saja, Hashirama sepertinya tampak akan pergi dari tempat itu.

“Aku tidak akan membiarkanmu menahanku dengan Edo Tensei, aku adalah orang yang menciptakan jutsu ini pada akhirnya… kakak, ini tidak akan membantu, aku akan pergi!”

Saat akan bergerak, tiba-tiba saja tubuh Tobirama bergetar, tidak bisa bergerak.

“Sarutobi, kau benar-benar membesarkan shinobi yang hebat.” Hashirama tampaknya menyadari apa yang terjadi pada adiknya saat itu.

’Aku tidak bisa bergerak…!’

“Ini adalah kebangganku bisa dipuji oleh dewa dari Shinobi,” jawab Orochimaru dengan sebuah segel tangan yang dibuatnya untuk menahan Tobirama.

“Ugh!”

“GAHAHAHA! Kau meningkatkan pertahanan jutsu ini menggunakan sel milikku. Tobirama, kau jadi terlihat membosankan.” Jawab Hashirama sambil menatap adiknya yang masih tidak bisa bergerak itu.

’Pria ini—‘ Tobirama menatap kearah Orochimaru saat itu, ’—saat aku mencoba untuk merasakannya dengan baik, tubuhnya benar-benar hampir seluruhnya terbuat dari sel kakakku.’



“Oke kalau begitu…”

’Hokage pertama, Hashirama… Ia berbeda…' Orochimaru merasakan keanehan pada Hashirama yang sepertinya tidak terpengaruh oleh segel tangannya, ’ia mematahkan pertahananku… aku harus waspada…’

“Tenang saja Orochimaru, aku yang akan membebaskan pemuda ini dari rasa sakit yang menguasainya,” Hashirama tampak tersenyum kearah Orochimaru dan juga Sasuke, “aku tidak tahu apa yang akan dipilih oleh bocah Uchiha ini setelah mendengar perkataanku. Tetapi jika saat ini kita mengabaikannya, sudah dipastikan kalau ia akan menjadi Uchiha Madara selanjutnya.”



“Dengan kata lain, tentu saja meskipun perang ini berakhir—kemenangan kita akan sia-sia,” Sasuke tampak terdiam dan mendengarkan Hashirama.

“Hah, lakukan apa yang kau inginkan kak…”

“Yah baiklah—“ dengan santai Hashirama tampak bergerak dan duduk di tempatnya berdiri, “darimana kita harus memulai… oh benar juga, membicarakan tentang desa dan juga Shinobi…”

Flash Back


Tampak pertarungan antara Hashirama dan juga Madara saat itu. Kedua senjata tampak bertabrakan, dan dengan segera keduanya menjauhi tempat masing-masing untuk bersiap serangan selanjutnya.

Saat mendarat pada sebuah batang pohon, Hashirama segera dihadapkan dengan Kyuubi yang dipanggil oleh Madara. Dan tentu saja dengan segera ia membentuk segel tangan, mencoba untuk menahan serangan Kyuubi.

“Mokuton : Mokuryuu no Jutsu!”

Madara mengeluarkan Mangekyou Sharingannya saat itu. Dan saat itu juga tampak seekor naga dari tanah muncul dan melilit tubuh Kyuubi dengan tubuhnya yang panjang itu. Kyuubi tentu saja tidak tinggal diam dan mengeluarkan sebuah bijuudama dari mulutnya dan menyerang kearah Hashirama sambil menghancurkan salah satu bagian dari naga kayu itu.

Hashirama yang sepertinya sudah mengantisipasi hal itu segera membentuk segel tangan lainnya, dan kali ini sebuah tangan besar terbuat dari kayu menangkap Bijuudama itu.

“Mokuton : Mokujin no Jutsu…” kali ini tampak pohon yang menjadi tempat Hashirama berpijak berubah bentuk menjadi sebuah wajah monster, yang seolah menyatu dengan tangan yang tadi menahan bijuudama milik Kyuubi—dan dengan segera membawanya kembali untuk menyerang balik sang Jinchuuriki ekor Sembilan itu.

’Aku harus memulai dengan Uchiha dan juga Senju…’

Sejarah mulai dibongkar…

Bersambung...

traslated by : Skye di Cielo
(CMIIW : Correct Me If I Wrong~)
Advertisement:
Judul : Alur Cerita Naruto 620 Deskripsi : Admin : Terbit Rating : 5 stars

  • Lifestyle