Alur Cerita Naruto 625

Rabu, 27 Maret 2013
Alur Cerita Naruto 625Kucoba.com - Alur Cerita Naruto 625 - Mimpi Yang Sesungguhnya - Scene masih dimedan tempur. Madara terbaring diatas tanah. Hashirama harus memilih diantara 2 pilihan.

Anggota Klan Senju : "Membunuh adikmu atau bunuh diri!? Apa yang kau katakan, kau...!"

Hashirama mengangkat tangan kirinya, menyuruh anggotanya untuk diam. Tobirama kini angkat bicara.
Tobirama : "Orang ini sudah gila! Apa yang akan kau lakukan, Kakak!? Apa kau berencana untuk membunuhku? Atau kau memilih mati mengikuti permintaan omong kosong orang ini? Bagaimana bisa kau bertindak bo-doh... Jangan dengarkan dia, Kakak!"

Madara hanya mengerling (melihat) pada Hashirama. Hashirama sambil menurunkan sedikit tangan kirinya.
Hashirama : "Terima kasih, Madara. Memang sih, kau itu orang yang simpati."

Hashirama kini berdiri dan telah melepas baju besi-nya. Dan kini hanya baju dalaman hitamnya yang tersisa. Dia berdiri menghadap Tobirama sambil memegang kunai ditangan kanannya. Tobirama kaget. Hashirama melanjutkan narasinya pada Sasuke.
Hashirama : "Madara memberiku dua pilihan, aku tak mungkin membunuh adikku sendiri... Dia memahami bagaimana perasaan seseorang yang memiliki saudara..."

Hashirama mengarahkan kunai ke perutnya sendiri. Dan bersiap menusuknya.
Hashirama : "Dengarkan aku, Tobirma. Ini akan menjadi kata-kata terakhirku... Aku akan memberikan pesan terakhirku padamu. Setiap orang anggota Klan kita harus melakukan hal yang sama. Setelah kematianku, janganlah kalian membunuh Madara. Uchiha dan Senju seharusnya tidak berkelahi lagi. Bersumpahlah kalian atas nama ayah dan calon cucu-cucu kalian yang belum lahir. SELAMAT TINGGAL."

Hashirama meneteskan air mata. Titik-titik air mata jatuh ketanah. Sebelum dia bunuh diri, dia membayangkan masa-masa saat melempar batu di sungai. Membayangkan batu yang terus berloncatan diatas air. Dan saat dia akan menghujam perutnya sendiri, Madara tiba-tiba menjulurkan tangan kirinya, dan menahan tangan kanan Hashirama. Dan dalam bayangan Hashirama, batu tersebut akhirnya sampai ketepi sungai, sebagai firasat bahwa mimpinya telah tercapai. Hashirama kaget saat melihat Madara menahannya. Madara sedikit berdiri, ya lebih tepatnya seperti berdiri diatas lututnya sendiri. Hashirama sejenak tak bisa berkata-kata.
Madara : "Sudah, cukup. Aku sudah melihat keteguhan hatimu."

Terlihat scene tangan Madara yang menahan tangan kanan Hashirama saat memegang kunai, kini berubah menjadi scene dimana tangan mereka saling berjabat tangan. Dan ternyata Klan Senju dan Klan Hashirama berdamai. Mereka berdua di kelilingi oleh Klan mereka masing-masing, berada didepan sebuah bangunan seperti kuil. Disanalah mereka berdamai. Hashirama dengan baju putihnya khas Klan Senju, Madara dengan baju hitamnya khas Klan Uchiha. Hashirama melanjutkan narasinya pada Sasuke.
Hashirama : "Semua ini seperti mimpi saja... Senju dan Uchiha telah menggabungkan kekuatan. Tidak akan ada lagi orang-orang yang menderita... Tidak akan ada lagi anak-anak kecil yang tewas..."

Terlihat pemandangan hutan-hutan dari atas tebing Konoha. Terlihat juga bangunan-bangunan sudah berdiri di Konoha. Dan terlihat Hashirama dan Madara sedang menatap pemandangan diatas tebing Konoha. Daun-daun berguguran. Tampak salah satu dari mereka menangkap satu daun tersebut. Hashirama bernarasi.
Hashirama : "Lalu kami mulai membangun Desa...Kemudian, kami juga bekerja sama dengan Negara Api dan dilanjut menciptakan sebuah negara yang damai, menganggap negara dan desa berada di level yang sama. Tapi ngomong-ngomong, ini beneran loh seperti mimpi..."

Hashirama : "Apa kau ingat? Ketika kita ngobrol disini sewaktu kecil."
Madara : "Yeah."

Ternyata Madaralah yang menangkap satu daun tersebut.
Madara : "Aku kira semua ini hanyalah mimpi... Aku bisa menjadikannya nyata jika aku mau, tapi aku..."
Hashirama : "Mimpi itu akan menjadi kenyataan... Pemimpin Shinobi, yang melindungi Negara Api dari bayangan... HOKAGE (bayangan api)... Bagaimana menurutmu?"
Madara : "Apa itu?"
Hashirama : "Negara api meminta kita untuk menentukan siapa pemimpin Desa. Aku ingin kau menjadi pemimpinnya. Menjadi HOKAGE."

Madara menoleh kearah Hashirama. Masih mendengarkan. Lalu kemudian menatap kebawah, sedikit menunduk.
Hashirama : "Kau sudah tak punya saudara lagi... Tapi aku ingin kau berpikir bahwa semua shinobi diseluruh Desa sebagai Saudaramu. Aku ingin kau mengawasi mereka."
Madara : "Aku bahkan tidak mampu untuk melindungi saudara-saudara Uchiha-ku..."
Hashirama : "Tidak ada waktu untuk komplen (berkeluh kesah). Disamping itu, tentu saja Uchiha dan Senju, Klan Sarutobi, dan Klan Shimura juga ingin menjadi teman (sekutu)."
Madara : "Tidak mungkin... Benarkah itu?"
Hashirama : "Dan bukan mereka saja loh... Desa ini akan tumbuh besar dan lebih besar lagi! Ini hanya tinggal masalah waktu kapan kita menentukan namanya. Kau punya Ide."

Madara sambil melihat daun yang daritadi dipegangnya, daun itu bolong dibagian tengahnya. Madara terdiam sambil berpikir dan terus melihat daun itu. Madara melihat desa dari bulatan (bolong)nya daun...
Madara : "Desa... Yang tersembunyi debalik daun... Bagaimana menurutmu?"

Hashirama tiba-tiba menunduk. Seolah dia tidak setuju dengan nama konyol itu.
Hashirama : "Simpel gitu. Polos dan tanpa pikir panjang... Yah sama seperti orangnya..."

Madara kaget, dan berteriak pada Hashirama dengan wajah konyolnya itu.
Madara : "Bagus itu, cocoklah dengan nama HOKAGE!!! Dan lagipula, apa kau juga masih bersifat depresi seperti itu!?"

Hashirama kemudian bernarasi sedikit.
Hashirama : "Semua itu membutuhkan waktu yang lama, tapi kupikir kami akhirnya bisa memperbaiki hubungan persahabatan diantara kami berdua."

Madara dan Hashirama tiba diatas sebuah bukit berbatu, ternyata masih diatas tebing Desa. Madara mulai berbicara.
Madara : "Apakah HOKAGE itu adalah seseorang yang selalu tinggal di desa dan terus mengawasi desa?"

Hashirama sambil menopang dagu, dan seperti berpikir, lalu berbicara...
Hashirama : "Iya, tapi bukan cuma itu. Sejalan dengan pertumbuhan desa, HOKAGE pasti akan sangat sibuk. Itulah kenapa aku ingin memahat wajahmu di batu yang besar ini. Sebagai simbol bahwa kau akan melindungi Desa!"
Madara : "Apa kau bercanda...?"
Hashirama : "Aku mungkin akan memodifikasinya sedikit, soalnya wajahmu itu terlihat judes."

Tiba-tiba Tobirama datang dari arah belakang mereka.
Tobirama : "Jadi kalian ada disini... Kenapa kalian berdua bermalas-malasan disini!? Pemimpin dari Negara Api akan datang kesini untuk berunding!"

Madara sedikit kaget, dan menoleh kearah Tobirama. Sepertinya diantara mereka masih ada sesuatu, seperti dendam.
Madara : "... Tobirama..."
Tobirama : "..."
Madara : "..."

Hashirama dan Tobirama sudah berada disebuah rumah. Hashirama duduk dikursi, dan didepannya, Tobirama duduk diatas meja. Tobirama berkomentar, dan awalnya seperti kaget.
Tobirama : "HOKAGE!? Jangan mengambil keputusan sendiri. Jika kau ingin merekomendasikan Madara sebagai pemimpin, boleh-boleh saja... Tapi sebelum mengambil keputusan akhir, kau harus mendengarkan aspirasi orang-orang yang tinggal di Desa dan Negara ini, dan berkonsultasilah pada Senior-Senior! Situasi ini berbeda dengan saat Ayah kita masih hidup!"
Hashirama : "... Tapi..."
Tobirama : "Lagipula... Madara Uchiha tidak akan pernah terpilih sebagai Pemimpin. Semua orang tau.. Kau lah orang yang mendirikan Desa ini... Sekalipun jika Klan Uchiha berkata seperti ini... Juga... Pernahkah kau mendengan RUMOR tentang Klan Uchiha? Dimana kebencian mereka bertambah, kekuatan mata mereka akan bertambah kuat... Seperti itulah kira-kira bagaimana Sharingan bekerja. Kau tidak pernah tau apa yang akan mereka lakukan. Apa yang Desa butuhkan adalah..."

Hashirama memotong pembicaraan Tobirama.
Hashirama : "Berhenti bicara seperti itu! Tobirama."

Tiba-tiba ada suara diluar jendela. Hashirama kaget, dan melihat keluar jendela. Membuka jendela.
Hashirama : "Sepertinya tadi ada sesorang disini. Tobirama... Kau merasakannya juga, kan?"
Tobirama : "Aku sedang tidak menggunakan chakraku saat ini... Dan jangan mengalihkan topik pembicaraan, Kakak!"

Hashirama melihat sesuatu diluar jendela. Dan terlihat sebuah daun yang bolong dibagian tengahnya. Hashirama mengambil daun itu. Hashirama mengendus-endus daun itu.
Tobirama : "Mulai saat ini, kita akan menggunakan demokrasi. Apa kau keberatan?"
Hashirama : "Tidak... Oke kalau begitu."

Dan tiba-tiba scene berpindah disebuah tebing yang terpahat wajah Hashirama disana. Den scene berpindah ke tempat Prasasti Klan Uchiha berada, Disana terlihat Hashirama yang sudah memakai jubah HOKAGE dan topi khasnya, berdiri menghadap Uchiha Madara. Madara mulai bicara.
Madara : "Prasasti Rahasia Klan Uchiha sudah diturunkan secara turun temurun dari generasi ke generasi... Batu itu tak pernah diperlihatkan kepada Klan-Klan yang lain. Batu ini sangat spesial, untuk membacanya kau membutuhkan teknik mata. Sejauh yang bisa kubaca sampai sekarang, apa yang tertulis disana adalah.."

Madara : "Untuk mencari stabilitas (keseimbangan), Seorang Dewa membagi kekuatannya menjadi YIN dan YANG. Kekuatan yang saling bertolak belakang itu jika melengkapi satu sama lain akan menciptakan segala hal di alam ini."

Madara : "Logika ini berlaku untuk banyak hal. Dengan kata lain.. Dikatakan bahwa Jika dua orang yang saling berseteru, bersatu... Kebahagiaan yang sebenarnya akan tercapai. Tapi... Disana ada terjemahan lain."
Hashirama : "...?"
Madara : "Hashirama... Apa kau pikir aku tidak mengetahui apa-apa?"
Hashirama : "....... Serahkan Tobirama padaku... Aku tidak bisa melakukan semua ini tanpamu... Sebagai tangan kanan Hokage, sebagai adikku juga, Aku mohon... bekerja samalah denganku! Orang-orang akhirnya akan memahamimu... Dan pada waktu itu juga, kau akan menjadi Hokage Ke-2."
Madara : "Adikmu, Tobirama lah yang mungkin mendapatkannya. Dan jika sampai itu terjadi, Uchiha akan dimusnahkan... Mengetahui hal itu, aku bilang pada seluruh Klan Uchiha untuk meninggalkan Desa... Tapi tak satupun dari mereka yang mendengarkanku. Aku tak bisa melindungi adikku. Dan aku mungkin bahkan tidak bisa melindungi Klan-ku, sekalipun aku sudah berjanji pada adikku... Kelompokku (Klan Uchiha) tidak mempercayaiku, Padahal aku ingin melindungi mereka."
Hashirama : "Itu tidak benar...! Setiap orang menyadarinya..."
Madara : "Mungkin waktu itu, harusnya aku memintamu untuk membunuh adikmu. Kau bilang, aku adalah saudaramu... Tapi demi Desa ini, apa kau akan membunuhku atau dia (Tobirama)?"
Hashirama : ".........."
Madara : "Aku paham maksud dari tujuanmu. Tapi aku tak bisa melakukan lebih dari ini... Aku akan meninggalkan desa. Dan akan menemukan jalan lain."

Hashirama terlihat mengangkat sedikit kedua tangannya, seolah menahan Madara dan menjelaskan pikirannya. Lalu terus bicara.
Madara : "Setelah kita melihat tujuan kita satu sama lain, aku sadar... KERJA SAMA itu tidak ada apa-apanya, melainkan hanya sebuah pertarugan dalam kesunyian (perang dingin)"
Hashirama : "Itu tidak benar, aku tidak akan membiarkanmu pergi!"

Madara membalikkan tubuhnya, dan akan pergi.
Madara : "Itu kan dari sudut pandangmu tentang kenyataan, Hashirama... Berhentilah patuh seperti itu, pada akhinya... Semua ini, akan lebih baik bagi kita, untuk melihat dunia sebagai sebuah hiburan..."
Hashirama : "Apa kau mendengarkanku!? Madara!"
Madara : "Kau satu-satunya orang yang bisa bersaing denganku."
Hashirama : "..........."
Madara : "SAAT AKU BERJALAN MERAIH MIMPIKU YANG SEBENARNYA... AKU AKAN MENIKMATI PERTARUNGAN DENGANMU"

Madara berbalik, dan menoleh pada Hashirama dengan Sharingan Tomoe3-nya... MADARA KINI BERUBAH MENJADI "JAHAT"....

Bersambung ke chapter 626...
Translated by : dreamer11
Artikel Terbaru