Cerita Penampakan Hantu Muka Rata Siswi SMA

Jumat, 29 Maret 2013
penampakan hantuCerita Penampakan Hantu Muka Rata Siswi SMA - Kucoba.com - Pastinya kamu juga tahu kalau 17 agustus adalah hari kemerdekaan Indonesia negara tercinta kita ini. Dan seperti biasa, di daerahku selalu ada yang namanya pesta rakyat, lomba-lomba tradisional kemerdekaan hingga pawai karnaval. Siang, ya hari ini masih siang karena jarum jam yang pendek menunjuk ke angka 12 dan jarum panjang baru berada di angka 2. Panas, gerah, sesak menjadi satu dan kepala ini mulai pusing. “ah, kenapa juga kepala ini pusing, jarang-jarang kepala ini pusing waktu tidak sakit”. Deg, jantung ini berdebar, bisanya kepala pusing pasti akan bertemu sesuatu yang mengejutkan dan itulah mistis. “ah, masak ia siang-siang begini kamu menampakkan diri setan?” teriakku kesal dalam hati.

“Bau amis apa ini, ah mengengat sekali” gerutuku dalam hati. Dan mata batinku kini terbuka. Karena kakekku dulu orang pintar, sejak kecil aku bisa melihat sesuatu yang ghaib dan keahlian ini juga diwariskan kepada ayahku. Martin dan Dhini masih berjalan disampingku, melihat ramainya acara yang digelar bupati dan masih dengan santainya pula sedangkan aku mulai kebingungan dengan bayangan yang kurasakan terus mengikutiku. “kenapa bau amis ini semakin menyengat, ah ada apa ini tuhan”? masih dengan wajah cemas. Kutanyakan kepada kedua kawanku tentang bau amis yang tercium sangat menyengat ini, tetapi mereka tidak mencium bau apapun.

“Teman ayo kita berteduh dibawah pohon beringin samping pendopo saja ya, panas nih” sapaku kepada Martin dan Dhini. “Oke fi, tapi aku beli es degan dulu ya sama Dhini kamu tunggu disana, mau nitip apa enggak?” sapa Martin. Karena namaku sofi aku lebih sering dipanggil dengan sebutan dua huruf paling belakang namaku. Duduklah aku dibawah pohon yang cukup rindang bahkan bisa untuk berlindung lebih dari 20 orang sekaligus. “mbk, bantu saya” sebuah tangan memegang bahuku.

Terdengar Suara seorang wanita yang cukup lemah untuk bisa dipahami, saat membalikkan badan “astaghfirullah...” berdebar-debar dada ini dengan kencangnya dan mulutpun terkunci rapat tak bisa berkata-kata apapun. Badan ini lemas, pikiran ini kacau dan pandangan ini tak bisa lepas darinya, tidak seorangpun melihat gadis muka rata siswi SMA ini selain aku, padahal ratusan bahkan ribuan orang memenuhi lalun-alun dan pendopo ini.

“Mbak bantu saya melepas penderitaan ini, aku ingin pulang dengan tenang mbak” rintihnya, dan badan ini semakin lemas. Apa yang bisa aku lakukan, dia makhluk ghaib dan aku tahu itu. Dengan jantung yang berdebar-debar, kutinggal dia pergi dan kusimpan cerita ini sendiri. Saat malam tiba, hampir aku tidak percaya dengan berita yang ada dari pusat alun-alun kota, kembang api sebagai penutup pesta rakyat tahun ini memakan korban jiwa. Kembang api yang harusnya meletus di angkasa, justru terjatuh sebelum meletus dan mengenai beberapa orang disana, tepat di bawah pohon beringin tempat muka rata siswi SMA menyapa dan meminta bantuanku.

Artikel Terbaru