2013-05-28
Oleh - Kang Salman

Cara Mengurus Jenazah

Cara Mengurus Jenazah
Advertisement:
Kucoba.com - Cara Mengurus Mayat - Kematian pasti akan dihadapi seluruh ummat manusia. Tidak peduli kasta, strata dan usia. Kematian adalah sebuah keniscayaan bagi semua makhluk di dunia. Yang hidup, pasti akan mati. Yang berbeda hanya perkara, waktu, cara dan rupanya. Dalam agama islam, mengurus mayat atau jenazah merupakan perkara yang dijatuhi humum fardhu kifayah dalam pelaksanaannya. Itu artinya, mengurus jenazah wajib dilaksanakan oleh seluruh muslim yang berada di lingkungan tempat si mayat. Namun jika sudah ada sekelompok orang yang mewakili untuk mengurus jenazah tersebut, maka kewajiban atas sekelompok yang lain gugur. Artinya, Jika ada yang sudah mengurusnya, maka tidak lagi diwajibkan atas sekelompok yang lain.

mengurus jenazah, cara mengurus mayatHal yang harus dilakukan pada jenazah adalah memandikannya. Alat-alat yang diperlukan untuk memandikan jenazah adalah kapas, sarung tangan, spon, alat untuk menghaluskan kapur barus, spon plastik, shampo, daun bidara atau sidrin, kapur barus, masker penutup hidung, gunting, air, dan minyak wangi. Perlu diperhatikan bahwa aurat jenazah haruslah dalam keadaan tertutup ketika memandikannya. Melepas pakaiannya dengan cara digunting dan tetap menutupi auratnya dari pandangan banyak orang. Sebab kemungkinan besar jenazah tidak menginginkan auratnya dilihat banyak orang. Alas pemandian juga diatur dengan posisi agak miring ke arah kedua kaki jenazah. Agar air dan kotoran yang keluar dari jenazah dapat dengan mudah mengalir.

Petugas yang memandikan jenazah memulai dengan melunakkan sendi-sendi jenazah dan memotong bulu ketiak dan kuku-kuku jenazah yang panjang. Namun tidak demikian dengan bulu kelamin, sebab itu adalah aurat terbesar dari jenazah. Petugas kemudian mengangkat kepala jenazah hingga dalam posisi setengah duduk, lantas mengurut pelan pada bagian perut untuk mengeluarkan kotoran dari perutnya.
Seorang petugas memulai dengan melunakkan persendian jenazah tersebut. Apabila kuku-kuku jenazah itu panjang, maka dipotongi. Demikian pula bulu ketiaknya. Adapun bulu kelamin, maka jangan mendekatinya, karena itu merupakan aurat besar. Kemudian petugas mengangkat kepala jenazah hingga hampir mendekati posisi duduk. Lalu mengurut perutnya dengan perlahan untuk mengeluarkan kotoran yang masih dalam perutnya. Hendaklah memperbanyak siraman air untuk membersihkan kotoran-kotoran yang keluar.

Petugas yang memandikan jenazah baiknya menggunakan kain pada tangannya atau semacam sarung tangan untuk membersihkan qubul dan dubur jenazah tanpa harus melihat atau menyentuh langsung auratnya, apalagi jika jenazah sudah berusia tujuh tahun ke atas. Setelah itu petugas hendaknya berniat untuk memandikan jenazah serta membaca basmalah di dalam hati. kemudian mewudhukan jenazah tersebut selayaknya wudhu untuk melaksanakan shalat. Akan tetapi tidak perlu sampai memasukkan air ke dalam hidungnya. Petugas juga hendaknya memberssihkan gigi dan kedua lubang hidung jenazah dengan cara memasukkan jari yang telah dibungkus dengan kain yang dibasahi. Dianjurkan pula agar mencuci rambut dan jenggotnya dengan busa perasan daun bidara atau dengan busa sabun. Lalu sisa perasan daun bidara tersebut digunakan untuk membasuh sekujur jasad jenazah.

Setelah itu petugas membasuh anggota badan sebelah kanan si mayit. Dimulai dari sisi kanan tengkuk diteruskan ke tangan kanannya serta bahu kanannya. Selanjutnya belahan dadanya yang sebelah kanan serta sisi tubuhnya yang sebelah kanan dianjutkan ken paha dan betis serta telapak kaki yang sebelah kanan. Begitu juga dengan bagian sebelah kiri. Setelah selesai dari memandikan jenazah ini, petugas menghandukinya dengan kain, handuk dan sejenisnya.

Persiapan kafan mesti sudah ada dan lengkap setelah jenazah selesai dimandikan. Mengkafani jenazah hukumnya wajib dan sebaiknya kain kafan yang akan dipergunakan dibeli dari harta jenazah. Dan sebaiknya membeli kain kafan ini dilakukan terlebih dahulu sebelum melunaskan hutangnya, menunaikan wasiatnya dan membagi harta warisan dari jenazah.

Bentangkan tiga lembar kain kafan dengan bertingkat. Letakkan jenazah dengan posisi terlentang, di atas kain tersebut. Bubuhkan minyak wangi pada kapas dan letakkan di antara kedua bokong jenazah lalu kencangan bagian tersebut dengan kain diatasnya seperti membedong bayi. Kapas seperti itu juga diletakkan di atas kedua mata dan kedua lubang hidung jenazah serta di mulutnya dan di kedua telinganya. Juga di dahinya, hidungnya, di kedua telapak tangannya, dan kedua lututnya. Juga pada ujung-ujung jari kedua telapak kakinya, kedua lipatan ketiaknya, kedua lipatan lututnya, dan pusarnya.

Lalu lembaran kain kafan yang pertama dilipat terlebih dahulu dari sebelah kanan dan menyusul kemudian yang sebelah kiri sambil menutup auratnya. Seperti itu juga lembaran kedua dan ketiga. Kemudian tambatkan tali-tali pengikatnya yaitu tujuh utas tali. Lalu gulunglah lebihan kain kafan pada ujung kepala dan kakinya agar ikatannya tidak terlepas kemudian dilipat ke atas wajahnya dan ke atas kakinya. Setelah selesai mengurus jenazah, jika sudah memasuki waktu shalat lakukan shalat jenazah, silakan lihat panduan tata cara dan bacaan shalat jenazah. Hendaklah ikatan tali tersebut dibuka saat dimakamkan.

Demikianlah informasi lengkap mengenai cara mengurus mayat semoga bermanfaat.
Advertisement:
Judul : Cara Mengurus Jenazah Deskripsi : Admin : Terbit Rating : 5 stars

  • Lifestyle