Perbudakan Buruh di Kuali Oknum Aparat Ikut Terlibat
Advertisement:
Kucoba.com - Perbudakan Buruh di Kuali Oknum Aparat Ikut Terlibat - Berawal dari laporan 2 orang buruh yang bernama Andi Gunawan dan Junaidi yang berasal dari lampung utara kepada KOMNAS HAM dan aparat setempat, mengenai perbudakan dan penyiksaan di Pabrik kuali dan penggorengan yang bertempat di Jalan Raya Bayur Ropak, Rt 3/6, Desa Lebak Wangi Kecamatan Sepatan, kabupaten Tangerang, Banten. Mereka berdua berhasil kabur dari lokasi perbudakan pada akhir bulan April 2013 dan melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib.

Menurut kedua buruh tersebut, sebelum bekerja di pabrik terlebih dahulu mereka diminta untuk menyerahkan semua tas yang mereka bawa termasuk dompet dan handphone. Lantas selanjutnya mereka dipaksa bekerja dari jam 6 pagi hingga jam 12 malam. Itupun hanya dengan jatah makanan 2 kali sehari, pagi dan siang. Itupun setiap hari hanya diberi makanan berlauk sambal dan tempe. Mereka tidak pernah diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan lingkungan luar pabrik, mereka dikurung, gaji mereka tidak dibayarkan, bahkan untuk berganti baju saja mereka tidak bisa. Ke-34 orang buruh itu memang memiliki masa kerja yang berbeda-beda. Namun perlakuan yang mereka terima relatif sama.

perbudakan buruh di kuali

Mereka ditempatkan dalam sebuah ruangan atau gudang yang bersebelahan dengan rumah pemilik pabrik, Yuki Irawan. Selain itu, tempat beristirahat untuk ke 34 buruh yang diperbudak itu sangat memprihatinkan. Tidak ada tempat tidur yang layak. Juga kamar mandi yang layak untuk dipergunakan sehari-harinya. Bahkan sejak hari pertama bekerja, mereka sudah mendapatkan perilaku kekerasan fisik. Siksaan-siksaan itu terus terjadi dan akan bertambah parah jika para buruh melakukan sedikit kesalahan. Penyiksaan itulah yang membuat mereka takut melarikan diri dari pabrik.

Buruh-buruh pabrik itu nyatanya diberi gaji yang sangat jauh di bawah standar UMP, padahal sebenarnya pendapatan dari pabrik kuali itu berkisar pada angka Rp. 100 juta per bulannya. Mereka juga tidak diberikan waktu untuk beribadah. Bahkan watu untuk beristirahatpun sangat minim.

Banyak pernyataan-pernyataan para buruh yang menegaskan bahwa perbudakan yang diterima mereka melibatkan oknum aparat. Sebab, kekerasan fisik yang mereka terima sering dilakukan oleh oknum bersenjata. Bahkan menurut warga sekitar, para aparat itu juga sering terlihat berjaga-jaga di luar pabrik. Lebih dari itu, wargapun mengaminkan hubungan kekerabatan Yuki dengan kepala desa setempat. Banyak dugaan keterkaitan aparat akan hal ini. Apalagi sekarang ini 7 orang tersangka sudah ditetapkan polisi dengan 2 orang diantaranya masih dalam kondisi buron. Para tersangka dijerat pasal 333 KUHP tentang perampasan kemerdekaan dan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Para tersangka yang sudah ditangkap tersebut tengah diperiksa dan ditahan di Mapolresta tangerang. Ada 2 oknum polisi dan 1 oknum TNI yang juga tengah dimintai keterangan terkait kasus ini.

Sejauh ini, 34 orang buruh yang berhasil dibebaskan telah dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan, polisi akan menindak tegas jika oknum aparat terbukti terlibat. Sekalipun belum bisa dipastikan siapa oknum yang terlibat dan motif yang terjadi dibalik itu semua.
Advertisement:
Judul : Perbudakan Buruh di Kuali Oknum Aparat Ikut Terlibat Deskripsi : Admin : Terbit Rating : 5 stars

  • Lifestyle