Cara Agar Asi Perahan Tahan Lama

Kamis, 06 Juni 2013
Cara Agar Asi Perahan Tahan Lama - Kucoba.com : Pasca melahirkan, alangkah baiknya memang bayi diberikan ASI Eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan. Yakni hanya minum ASI saja tanpa tambahan asupan makanan apapun. Namun nyatanya, bagi sebagian ibu yang bekerja, hal ini membuahkan permasalahan yang baru. Pertanyaan tentang bagaimana dan seperti apa cara mempertahankan ASI eksklusif sembari tetap bekerja, pun menjadi acuannya memutar otak. Zaman ini, Ibu akan sangat dimudahkan untuk menjalankan ASI Eksklusif sembari bekerja dengan proses memerah dan menyimpan ASI di dalam kulkas.

Namun demikian, Ibu tetap harus mengerti benar bagaimana cara dan berapa lama daya tahan ASI. Sebab jika Anda tidak mengetahuinya, tentu akan menyulitkan Anda. Sebab jika ASI basi, tentu Anda harus mengulang untuk memerahnya lagi. Perlu Ibu ketahui bahwa ASI yang masih segar mengandung kolostrum yang tinggi. Dimana ASI yang segar ini bisa bertahan kesegarannya selama kurang lebih 12 jam jika berada dalam suhu kurang dari 25 derajat celcius. Sedangkan dalam suhu ruangan 15 derajat celcius, ASI akan bertahan hingga 24 jam. Suhu ruangan 19 - 22 derajat celcius, hanya akan mempertahankan ASI selama 10 jam. Dan jika berada pada suhu ruangan 26 derajat celcius, ASI hanya akan bertahan 4 hingga 6 jam saja.

cara agar asi tahan lama
Untuk kulkas yang bersuhu 0-4 derajat celcius, ASI bisa bertahan 3 hingga 8 hari. Lebih tepatnya, untuk freezer 1 pintu, ASI bisa bertahan selama 2 minggu, freezer 2 pintu ASI bisa bertahan dalam 3 sampai 4 minggu dan freezer khusus yang bersuhu kurang dari 18 derajat celcius ASI bisa bertahan hingga 6-12 bulan. Namun Anda perlu memperhatikan bahwa ASI yang telah dimasukkan di dalam freezer, jika sudah dicairkan atau dihangatkan harus langsung diminum dan jangan dimasukkan kembali ke dalam kulkas. Karena kualitas ASI sudah tidak baik. Sekalipun tidak habis, sebaiknya ASI langsung dibuang saja. Sebab sudah tidak layak konsumsi.

Hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa jika ASI disimpan selam seminggu dengan suhu kurang dari 20 derajat celcius dan dalam keadaan beku, maka kandungan vitamin A, D dan E yang ada di dalam ASI masih stabil. Namun kandungan vitamin C yang cepat berkurang. Hal yang sama juga terjadi pada zat kekebalan tubuh yang terkandung dalam ASI. Berikut beberapa tips agar ASI bisa bertahan lama.

1. ASI disimpan di dalam botol steril yang tertutup rapat dan sudah dipastikan keamanannya dan kehigienisannya. Sebaiknya gunakan botol yang berukuran sekali minum agar ASI dapat dikonsumsi sekali habis.

2. Berikan label atau keterangan yang ditempelkan pada botol untuk menunjukkan tanggal dan tanggal kapan ASI tersebut diperah. Hal ini tentu berguna untuk menentukan masa konsumsi ASI.

3. Pisahkan ASI dengan bahan makanan lain yang berada di dalam kulkas. Sebaiknya sediakan tempat khusus untuk ASI agar kehigienisannya terjaga.

4. Letakkan ASI di bagian terdalam kulkas, jangan di bagian depan. Sebab bagian terdalam kulkas tentu suhunya stabil dan maksimal untuk menyimpan ASI.

5. Sisakan 1/4 bagian kosong pada botol ASI, jangan dipenuhkan. Sebab ASI akan memuai saat membeku.

6. ASI yang sudah dihangatkan tidak boleh dibekukan kembali apalagi untuk diberikan kembali kepada bayi.

7. Jika Ibu mengira-ngira akan menggunakan ASi hanya dalam waktu lebih dari 24 jam, maka masukkan ASI ke dalam freezer segera setelah diperah. Simpan pada suhu 4 derajat celcius atau disimpan dengan tidak sampai beku.

8. Jangan terlalu lama membekukan ASI. Sebab jika pembekuan dilakukan hingga lebih dari 8 bulan, maka hal tersebut dapat merubah isi kandungan dan komposisi kimia dari ASI. Diantaranya adalah terjadinya penguraian beberapa senyawa lemak dan menghilangnya senyawa-senyawa yang seyogyanya berfungsi menangkal organisme dalam tubuh yang berbahaya. Selain itu pembekuan dalam waktu lama juga menimbulkan tingginya faktor resiko kontaminasi.

9. Pastikan benar bahwa wadah atau botol tempat penyimpanan ASI sudah steril dan aman untuk digunakan menyimpan ASI. Mensterilkannya bisa dilakukan dengan menguapi atau mengukus, merebusnya selama 5 menit, juga bisa menggunakan air dingin dengan memakai tablet sterilisasi yang telah diuji oleh dinas kesehatan yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit dalam penggunaannya yang juga sangat efektif. Hal ini penting, sebab dapat mempengaruhi tingkat keamanan pengonsumsian ASI.

10. Wadah atau botol tempat menyimpan ASI sebaiknya berbahan dasar yang mudah disterilkan dan aman untuk pemanasan. Seperti bisa ditutup rapat dan juga terbuat dari plastik atau kaca yang tahan panas.
Artikel Terbaru