2013-06-02
Oleh - Kang Salman

Cerita Wisata Candi Prambanan

Cerita Wisata Candi Prambanan
Advertisement:
cerita wisata candi prambanan
Cerita Wisata Candi Prambanan - Kucoba.com - Jogja memang selalu punya daya pikat yang luar biasa. Bukan saja bagi warga yang tinggal padanya, tapi juga bagi seluruh warga Indonesia. Banyak sekali orang yang ingin menikmati ragam pesonanya. Banyak pula yang sudah berhasil menikmati, lantas ingin dan selalu ingin kembali. Ya, sebab itu. Pesona Jogjakarta, tak lekang digerus zaman.

Begitu banyak hal yang menarik untuk diceritakan, lagi dan lagi, dari kota indah ini. Selalu saja tak kehabisan kata untuk merangkai tiap sisi pesonanya. Ada Candi Prambanan, Candi Borobudur, Candi Mendut, Malioboro, Angkringan dan wisata kuliner yang terkenal murah dan bercita rasa tinggi. Gudeg, Bakpia Pathok yang mengundang selera. Belum lagi berbagai pernak-pernik dan model busana yang menjadi pilihan bagi para wisatawan untuk oleh-oleh bagi sanak keluarga mereka.

Candi Prambanan sendiri berdiri sekitar 17 km dari pusat kota Jogjakarta. Bangunan indah sangat memesona ini mencatat sejarah peradaban dunia sebagai bangunan dari abad ke-10 di masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Tingginya sekitar 47 meter, yaitu lebih tinggi 5 meter dibandingkan dengan Candi Borobudur. Candi Prambanan ini merupakan salah satu Candi yang menjadi simbol kekuatan Hindu di Indonesia.

Untuk menikmati tiap lekuk Candi Prambanan, terlebih dahulu harus mengantri di loket masuk. Apalagi jika hari libur tiba, bisa dilihat pemandangan berupa antrian panjang untuk masuk ke Candi ini. Pengunjungnya yang berasal dari seluruh wilayah dalam Negeri dan luar Negeri, dari beragam latar belakang, usia dan tujuan. Dengan membayar Rp. 30.000, kita dapat masuk ke kawasan Candi Prambanan dan bisa berkeliling sesuka hati. Sebelum melewati pos masuk, terlebih dahulu kita diminta untuk memakai kain batik di pinggang sebagai persyaratan kunjungan.

Begitu masuk ke dalam kawasan, kita tentu akan dibuat terkagum-kagum atas kemegahan yang terpampang di hadapan kita. Ya, Candi Borobudur yang merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia ini memang sangat mengesankan. Relief-relief yang berdiri padanya, arsitektur yang luar biasa mengesankan, membuat decak berhambur dari lisan siapapun yang mengunjunginya. Tiga candi utama dari Prambanan berada di halaman utama. Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa yag merupakan lambang trimurti dalam kepercayaan Hindu. Candi-candi tersebut menghadap ke timur, sedangkan satu candi pendamping yang dimiliki oleh masing-masing candi utama, menghadap ke Barat. Candi Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma dan Garuda untuk Candi Wisnu. Di kompleks candi Prambanan juga terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir dan 4 candi sudut. Sedangkan di halaman lain yakni halaman kedua, ada 224 candi yang tersebar di halaman tersebut.

Pada bangunan yang paling tinggi, yaitu candi Siwa, ada 4 buah ruangan. Ruangan utama berisi arca Siwa, dan yang lainnya berisi arca dari istri Siwa yang bernama Durga, guru Siwa yang bernama Agastya, dan putra Siwa yang bernama Ganesha. Dalam catatan legenda Candi Prambanan ini, Arca Durga istri Siwa tersebut kemudian di sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam kisah legenda Candi Prambanan.

Candi Garuda yag terletak di dekat candi Wisnu, menghadirkan pesona yang memikat para pengunjung. Sebab di balik candi tersebut tersimpan cerita mengenai sosok manusia setengah burung yang diberi nama Garuda yang dalam mitologi Hindu dikenal sebagai burung mistik yang bertubuh emas, berwarna putih, bersayap merah, beraruh dan bersayap seperti Elang.

Relief yang menghiasi tiap sudut candi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan local dan wisatawan asing. Sebab, relief yang berada di sana disinyalir mirip dengan kisah Ramayana yang diceritakan secara turun menurun dalam kisah dongeng masa lalu. Relief Kalpataru juga berhasil mencuri perhatian pengunjung. Dimana dalam tradisi Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian, dan juga keserasian lingkungan hidup. Relief-relief burung yang berada di Candi Prambanan juga terlihat sangat natural. Seperti relief burung Kakatua Jambul Kuning yang jika dicermati memang sangat mirip dengan aslinya.

Candi yang terletak di daerah Prambanan, Klaten ini di sekitar kompleksnya banyak tersebar candi-candi lainnya. Seperti Candi Sewu, Candi Bubrah, Candi Lumbung, Candi Plaosan, Candi Sowijan, Candi Rati Boko, dan masih banyak candi lainnya.

Demikianlah cerita wisata candi prambanan. Jogja memang tempat wisata yang keren mungkin saya tidak akan pernah melupakan pengalaman wisata ke candi prambanan.
Advertisement:
Judul : Cerita Wisata Candi Prambanan Deskripsi : Admin : Terbit Rating : 5 stars

  • Lifestyle