Hal-hal yang Mengurangi Pahala Puasa di Bulan Ramadhan
Advertisement:
Hal-hal yang Mengurangi Pahala Puasa di Bulan RamadhanHal-hal yang Mengurangi Pahala Puasa di Bulan Ramadhan - Kucoba.com, Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Bulan di mana ummat islam sedianya berbondong-bondong untuk melakukan ibadah, baik yang wajib maupun yang sunnah. Sebab Ramadhan adalah bulan penggandaan amal. Di mana pahala ibadah akan dilipat gandakan lebih dari pada bulan-bulan yang lainnya. Amalan-amalan selama Ramadhan juga banyak yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad dan dicontohkan oleh para sahabat-sahabatnya. Namun sekali lagi, sekalipun pahala ibadah dilipatgandakan selama bulan puasa, bukan berarti kita boleh menambah-nambahi jenis ibadah semau kita. Sebab semua sudah ada tuntunannya di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Serta, ibadah yang tidak terkandung di dalamnya, tidak akan bernilai pahala. Malah akan merusak dan mengurangi pahala puasa kita. Oleh karenanya, Anda juga harus berhati-hati dan memilah dengan baik ibadah apa yang Anda kerjakan dan adakah tuntunannya di Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sebab semua ibadah selayaknya bersumber pada dalil yang ada di dalamnya. Jika tidak, bisa saja termasuk dalam kategori bid’ah. Na’udzubillaah…

Anda tentu ingin tau apa saja hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa Anda? Jika ya, berikut paparannya.

1. Puasa hanya menahan lapar dan dahaga
Puasa memang secara bahasa adalah menahan diri dari lapar dan dahaga. Namun sedianya, nilai puasa kita tidak akan maksimal jika kita hanya melakukannya untuk menahan lapar dan haus saja. Dengan berhenti makan dan minum saja. Sebab sebenarnya, berpuasa adalah juga perkara menahan nafsu. Nafsu amarah, nafsu berbicara yang tidak baik dan nafsu-nafsu lainnya yang bisa mengurangi ibadah puasa Anda. Apakah lazim jika orang yang berpuasa namun tidak memuasakan lisannya untuk tidak menggunjing, mencerca dan mencela orang lain.

Akankah lebih baik jika lisan juga dipuasakan dan hanya dipergunakan untuk hal-hal yang baik. Seperti tadarrus Al-Qur’an. Tidak hanya itu juga, memuasakan mata juga termasuk golongan menahan nafsu ketika berpuasa di bulan Ramadhan. Bagaimana kira-kira puasa seseorang yang hanya menghabiskan sepanjang waktunya untuk melihat hal-hal yang tidak banyak bermanfaat baginya. Hanya menyita waktunya untuk menonton hal-hal yang tidak bermanfaat. Tentu saja hal ini dapat menjadi pengurang pahala puasanya.

2. Melaksanakan ibadah sunnah dan meninggalkan yang wajib
Adakalanya orang yang berpuasa Ramadhan lebih mengutamakan untuk melaksanakan ibadah yang bersifat sunnah dibandingkan yang wajib. Hal ini bisa dilihat jika seseorang yang mengerjakan shalat lima waktu yang notabene adalah hal yang wajib, dengan tidak maksimal dan tidak sepenuh waktu. Lalu lebih mengutamakan untuk melaksanakan shalat tarawih dan shalat lail yang sebenarnya merupakan ibadah sunnah. Seharusnya ibadah wajibnya terlebih dahulu disempurnakan, lalu ditambah dengan ibadah yang bersifat sunnah. Sebab tetap saja yang wajib itu wajib dan yang sunnah itu sunnah. Sekalipun pahalanya dilipat gandakan, tetap saja bisa mengurangi keafdholan pahala puasa Anda.

3. Tidur sepanjang waktu
Ada yang berkata: “Tidur dikala puasa adalah ibadah.” Karenanya ada sebagian orang yang selama berpuasa, ia memaksimalkan kegiatan tidurnya. Padahal ada banyak kegiatan baik yag dapat dilakukannya ketimbang hanya tidur saja. Tidurlah dengan waktu yang secukupnya. Tidak perlu berlebihan.

4. Melakukan hal-hal yang dilarang dalam Islam
Hal ini cukup jelas, bahkan bisa menjadi penyebab tidak diterimanya ibadah puasa. Contohnya seperti seseorang yang berpuasa namun ia melakukan hal-hal yang tercela. Seperti berbohong, mencuri, dan hal-hal semacamnya yang jelas-jelas tidak dibenarkan dalam agama.

Oleh karenanya, jika ingin mendapatkan hasil pahala yang maksimal ketika berpuasa, kita juga harus memperhatikan hal-hal yang ikut terkait dalam penyelenggaraan puasa tersebut. Jangan sampai puasa kita sia-sia hanya karena hal-hal yang kita tidak ketahui dikarenakan kita yang tidak mencari tau. Sebab, ilmu agama itu haruslah dipelajari. Jika tidak dipelajari, kita tidak akan tau mana yang baik dan mana yang buruk. Kita juga tidak akan tau kaidah, faidah dan tingkatan ibadah yang kita laksanakan.

Padahal semestinya, apapun ibadah yang kita laksanakan haruslah kita ketahui dalil yang menyertainya. Sebab dasarnya ibadah adalah haram. Adanya dalil lah yang kemudian menjadikan ibadah tersebut menjadi sunnah, wajib, makruh dan mubah. Jangan sampai kita melaksanakan suatu ibadah tanpa dalil yang benar. Sebab bisa jadi, bukannya mendapat pahala, kita malah menjurus kepada kesyirikan dan mendapatkan kemurkaan-Nya. Semoga kita semua terhindar dari hal-hal yang demikian.

Artikel Terkait:
Advertisement:
Judul : Hal-hal yang Mengurangi Pahala Puasa di Bulan Ramadhan Deskripsi : Admin : Terbit Rating : 5 stars

  • Lifestyle