2013-07-16
Oleh - Agus Suhermawan

Macam-Macam Shalat Sunah

Macam-Macam Shalat Sunah
Advertisement:
Macam-Macam Shalat SunahKucoba.com - Shalat adalah salah satu sarana berkomunikasi antara hamba dengan Tuhannya, sebagai bentuk ibadah yang
didalamnya merupakan amalan yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dari takbiratu ihram dan diakhiri dengan salam, serta sesuai dengan syarat dan rukun yang ditentukan syara’.

Secara garis besar Shalat itu terbagi dua yakni shalat wajib dan shalat sunnat. Shalat Wajib yakni 5 kali dalam sehari-semalam (Subuh, Dhuhur, Azhar, magrib
dan Isya) serta Shalat Jum’at bagi laki-laki. Shalat Sunnat adalah shalat yang jika dilalaksanakan dapat pahala dan jika tidak dilaksanakan tidak dapat dosa. Nah kali ini saya akan bahas sedikit mengenai 17 Shalat sunnat dalam Islam. Detail 17 shalat sunnat itu adalah sebagai berikut :

1. Shalat Sunnat Rawakib
Shalat sunnat rawakib adalah shalat sunnat yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu (wajib), baik dikerjakan sebelum atau sesudahnya. Apabila dikerjakan sebelum shalat wajib disebut shalat sunnat Qabliyah dan apabila dikerjakan sesudah shalat wajib, disebut shalat sunnat Ba’diyah. Jumlah rakaatnya :
2 rakaat sebelum shalat subuh,
2 atau 4 rakaat sebelum atau sesudah shalat Dhuhur,
2 atau 4 rakaat sebelum shalat ashar,
2 rakaat sesudah shalat magrib,
2 rakaat sebelum dan sesudah shalat Isya

2. Shalat Sunnat Wudlu
Shalat sunnat wudlu adalah shalat sunnat yang dikerjakan apabila kita selesai berwudlu. berjumlah 2 rakaat.

3. Shalat Dhuha
Shalat Sunnat Dhuha adalah shalat yang dikerjakan pada waktu matahari sedang naik setinggi 7 hasta (jam 7 pagi sampai masuk waktu shalat Dhuhur) sekurang-
kurangnya 2 rakaat dan sebanyak-banyaknya 12 rakaat, setiap dua rakaat satu salam.

4. Shalat Tahiyyatal Masjid
Shalat Tahiyyatal masjid adalah Jika hendak masuk masjid sebelum duduk disunnatkan mengerjakan shalat 2 rakaat. Makanya adalah untuk menghormati masjid, baik pada hari Jum’at maupun hari-hari lainnya, waktu
siang maupun malam.

5. Shalat Tahajjud
Shalat tahajjud adalah shalat sunnat yang dikerjakan pada waktu malam dan sesudah tidur, sekalipun tidurnya hanya sekejab. Jadi apabila shalat tersebut dikerjakan tanpa tidur lebih dahulu, maka ini bukan shalat tahajjud, tatapi shalat-shalat sunnat saja seperti witir dan
sebagainya. mengenai bilangan rakaatnya, sekurang- kurangnya 2 rakaat, dan sebanyak-banyaknya 12 rakaat, sedangkan waktunya adalah sesudah shalat isya hingga terbit fajar, namun sepanjang malam itu ada waktu atau saat-saat yang utama, yakni :
a) Sepertiga malam yang pertama dari pukul 19.00 – 22.00 saat utama
b) Sepertiga malam yang kedua dari pukul 22.00 – 01.00 saat lebih utama
c). Sepertiga malam yang ketiga dari pukul 01.00 – 04.00 saat paling utama

6) Shalat istikharah
Shalat istikharah adalah shalat sunnat 2 rakaat untuk memohon petunjuk kepada Tuhan dalam menentukan pilihan yang lebih baik diatara 2 hal yang belum diketahui baik maupun buruknya. Apabila seseorang bermaksud memilih 2 jenis pekerjaan atau memilih 2 gadis yang hendak dinikahinya, maka agar hati menjadi mantab dan tidak terjadi dikemudian hari kekecewaan, disunatkan shalat istikharah 2 rakaat.

7. Shalat Sunnat Taubah
Shalat sunnat taubah adalah shalat yang dikerjakan setelah melakukan perbuatan dosa atau ma’syisat kepada Tuhan, karena merasa berbuat dosa lalu meminta ampun kepada Tuhan, serta bertaubat tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

8. Shalat Sunnat Tasbih
Shalat Sunnat Tasbih adalah shalat yang didalamnya banyak dibacakan tasbih sehingga dalam 4 rakaat berjumlah 300 tasbih.
Shalat ini dianjurkan diamalkan tiap hari, baik siang maupun malam hari. kalau tidak
sanggup, dapat dilakukan sebukan sekali ataupun setahun sekali dan jikalau belum sanggup dalam sekali dalam setahun, stidak-tidaknya dapat dikerjakan sekali
seumur hidup.
Rincian jumlah tasbih untuk setiap rakaat adalah sbg berikut:

* 15 kali sesudah membaca surat dan sebelum rukuk
* 10 kali sesudah membaca tasbih rukuk dan sebelum i’tidal
* 10 kali setelah membaca tahmid i’tidal
* 10 kali setelah membacab tasbih sujud
* 10 kali setelah membaca doa duduk diantara dua sujud
* 10 kali setelah membaca tasbih sujud kedua
* 10 kali setelah duduk istirahat sesudah sujud kedua.

9. Shalat Sunnat Awwabin
Shalat Sunnat Awwabin adalah shalat yang dilaksanakan setelah shalat sunnat Ba’diyah (ba’dal magrib) sedikitnya dikerjakan 2 rakaat sampai 6 rakaat.

10. Shalat sunnat Mutlaq
Shalat Sunnat Mutlaq yaiutu shalat sunnat yang boleh dilakukan pada waktu kapan saja asalkan tidak pada waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat. Jumlah rakaat dalam shalat sunnta Mutlaq adalah tidak terbatas, namun tiap 2 rakaat hendaknya 1 salam.

11. Shalat Sunnat Hajat
Shalat sunnat hajat adalah shalat sunnat yang dilaksanakan karena mempunyai hajat agar dikabulkan hajatnya Oleh Tuhan. shalat ini dilaksanakan sedikitnya
2 rakaat atau lebih dengan setiap 2 rakaat 1 salam, waktu palaksanaannnya boleh siang maupun malam hari.

12. Shalat Dua gerhana (Kusufaini)
Shalat Kusufain adalah shalat dua gerhana, yakni shalat apabila terjadi gerhana matahari dan gerhana bulan.
shalat gerhana matahari disebut shalat Kusuf, sedangkan shalat gerhana bulan disebut Shalat Khusuf.
adapun waktu melakukan shalat sunnat ini sejak muali timbulnya gerhana hingga habisnya gerhana (matahari atau bulan) dan dikerjakan sedikitnya 2 rakaat dan lebih.

13. Shalat Istisqsa (Mohon Hujan)
Shalat Istisqsa adalah shalat sunnat 2 rakaat untuk memohon hujan kepada Tuhan, pada saat kemarau yang berkepanjangan sehingga kehidupan dipermukaan bumi
ini ditimpa kekeringan serta menimbulkan beberapa penderitaan lahir dan bathin. Dalam keadaan seperti itulah disunnatkan bagi orang-orang yang muqim atau musafir melakukan shalat Istisqsa.

14. Shalat Tarawih
Shalat tarawih ialah shalat malam yang dikerjakan pada bulan Ramadhan, boleh dikerjakan sendiri maupun berjamaah dan dikerjakan sesudah isya hingga waktu fajar. Jumlah rakaatnya, Rasulullah SAW 8 rakaat sedangakan Umar Bin khattab sampai 20 rakaat.

15. Shalat Witir
Shalat witir adalah shalat yang bilangan rakaatnya ganjil, walaupun hukumnya sunnat namun sangat diutamakan untuk dikerjakan.

16. Shalat Hari raya (Shalat Id)
Shalat hari raya dalam agama Islam ada dua, yakni:
Shalat idul Fitri (1 syawal) dan
Shalat Idul Adha ( 10 Dsulhijjah).
Waktu shalat id dimulai dari terbitnya matahari hingga tergelincirnya. Shalat ini hukumya sunnat muakkad ( sangat dianjurkan) baik laki-laki maupun perempuan, mukim dan musafir dan dianjurkan berjamaah.

17. Shalat Gaib
Shalat yang dilakukan atas seseorang yang meninggal dunia di suatu tempat atau negeri, baik jauh ataupun dekat dari tempat orang yang melaksanakan shalat, dan mayatnya tidak ada di tempat (di hadapan) orang-orang yang menshalatkan.

Demikianlah Macam-Macam Shalat Sunah, semoga kita dapat melaksanakannya untuk melengkapi ke-5 shalat wajib dan menambah pahala kita dengan beberapa shalat sunah.

Aamiin ya Rabbal 'Alamin. semoga bermanfaat.
Advertisement:
Judul : Macam-Macam Shalat Sunah Deskripsi : Admin : Terbit Rating : 5 stars

  • Lifestyle