2015-03-09
Oleh - Fahnurul Atasih

Cemburu dan Posesif, Samakah?

Cemburu dan Posesif, Samakah?
Advertisement:
membedakan rasa cemburu dan posesifKucoba.com - Ini adalah tentang perpedaan cemburu dan posesif. Jika kamu bertanya cemburu dan posesif, samakah? Dalam menjalani hubungan percintaan terkadang kita memiliki sikap tidak suka jika pasangan kita bersama dengan pria/perempuan lain. Mungkin saja Anda sedang cemburu. Ya..cemburu kepada pasangan memang wajar karena pada dasarnya tidak ada seorang pun di dunia ini yang menginginkan pasangannya memainkan perasaanya. Cemburu itu wajar, selama Anda mampu mengontrol sikap tersebut. Lantas, yang masih sering membuat seseorang bingung adalah sikap cemburu dengan posesif, benarkah keduanya sama atau justru berbeda?

Cemburu dan posesif memang mirip, jika perasaan cemburu adalah sikap yang kita tunjukkan atas ketidaksukaan terhadap suatu perbuatan yang pasangan lakukan, terutama berkaitan dengan lawan jenis. Sedangkan posesif merupakan sikap protektif yang berlebihan. Jika cemburu merupakan bumbu-bumbu dalam hubungan Anda, maka posesif adalah bumerang bagi hubungan percintaan Anda dan siap menghancurkan kapan saja.

Cemburu, benarkah bukti cinta?

Ada yang mengatakan bahwa cemburu adalah bukti cinta kita terhadap pasangan. Cemburu dapat memperpanjang umur suatu hubungan, namun di sisi lain dapat menjadi penyebab suatu masalah bila kita tidak mampu mengelolanya.
cemburu
Cemburu via kucoba.com
Jujur saja, kita akan merasa tersanjung ketika pasangan kita menunjukkan tanda-tanda cemburu. Ini membuktikan bahwa pasangan kita menginginkan, menyayangi dan mencintai kita dengan tulus dan takut bila kehilangan kita. Dengan adanya rasa cemburu tersebut, biasanya kita ingin semakin memberikan yang terbaik bagi pasanga contohnya memberikan perhatian lebih. Rasa cemburu akan membuat pasangan dan Anda untuk memperkuat hubungan kalian. Kendalikan kecemburuan dan jadikanlah rasa cemburu sebagai sebuah peringatan dalam hubungan Anda. Temukan gairah kembali ketika awal berhubungan dulu, melakukan hal-hal baru bersama-sama, menghasilkan minat dan keinginan yang lain.

Posesif, bahaya bagi pasangan

Anda yang posesif merasa perlu dan penting untuk mencocokan dan menyesuaikan diri dengan pasangan dan berusaha agar pasangan berbuat sesuai dengan keinginannya. Anda yang posesif menjadi invasif, tergantung dan cemburu berlebihan kepada pasangan bahkan Anda merasa tidak suka jika pasangan Anda menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-temannya. Dan menganggap orang-orang yang disekelilingnya tidak baik untuk dirinya. Disinilah perbedaan cemburu dan posesif. Kecemburuan belum tentu buruk bagi pasangan, sementara posesif ternyata sering menjadi racun.
posesif
Posesif membuat hidup terkekang via kucoba.com
Menjadi posesif ini bukanlah bukti cinta, sebagaimana cemburu. Anda hanya ingin pasangan untuk Anda sendiri. Anda tidak ingin pasangan Anda menghabiskan waktu bersama teman-teman, keluarga dan rekannya. Jika pasangan keluar tanpa Anda, maka Anda akan selalu menlfon, mengirim pesan berkali-kali, bertanya sedetail mungkin. Anda berfikir bahwa setiap keputusan yang pasangan Anda buat harus sesuai dengan keputusan Anda. Anda sering mengkritik banyak hal tentang pasangan Anda lakukan, dan Anda berkuasa penuh atas dirinya.

Jika Anda sudah menunjukkan sikap-sikap tersebut maka Anda perlu berhati-hati. Tidak ada seorang pun yang ingin hidupnya dikekang, cinta bukan soal selalu bersama. Mengekangnya hanya akan menekannya dan membuat dia tidak nyaman bersama diri kita.

Ternyata cemburu dengan posesif tidak sama bukan? Anda boleh cemburu, namun tidak dengan posesif. Inilah kesimpulan akhir yang dapat kita petik sekaligus menandati akhir dari Cemburu dan Posesif. Baca juga Tips hilangin rasa posesif dan cemburuan.
Advertisement:
Judul : Cemburu dan Posesif, Samakah? Deskripsi : Admin : Terbit Rating : 5 stars

  • Lifestyle