2015-03-05
Oleh - Fahnurul Atasih

Surat untuk Ibu

Surat untuk Ibu
Advertisement:
surat untuk ibu
Kucoba.com - Hanya sebuah surat untuk Ibu. Ibu, ada banyak hal yang ingin kusampaikan dan tanyakan pada ibu. Namun, lidahku serasa kelu dan tak mampu berucap saat ku pandangi wajah lelahmu. Aku tak ingin melihat ibu menitikkan air mata, bila aku menanyakan banyak hal pada ibu. Ibu, jika aku harus jujur aku sungguh takut kehilanganmu. Aku takut bagaimana duniaku nanti tanpa ada Ibu di sisiku.

Sering dengan tidak sengaja aku memperhatikan wajah lelahmu, namun kau tetap menyembunyikannya di hadapan kami anak-anakmu. Ibu, bagaimana perasaanmu saat ini? Benarkah Ibu benar-benar bahagia telah memiliki kami sebagai anak-anakmu? atau Ibu menyimpan kekecewaan yang dalam pada kami?

Maafkanku Ibu, di usia ku yang telah dewasa ini aku belum bisa membuat Ibu bahagia. Untuk sekedar berdiri di kaki ku sendiri saja aku belum mampu. Maafkan Kakak, jika Ia masih merepotkan mu untuk merawat anaknya. Aku tahu bu, sebenarnya Ibu kecewa bukan saat mengetahui Kakak memilih untuk menikah di saat Ia masih menempuh pendidikan kuliahnya? Aku tahu menikah memang sebuah ibadah, namun bukan berarti kita terlalu ego mementingkan keinginan sendiri tanpa memahami perasaan ibu. Sedangkan banyak kepentingan yang ibu korbankan untuk kepentingan kami.

Orang tua mana yang tidak menginginkan anak-anaknya menjadi sukses? berdiri di atas kakinya sendiri, mandiri dan membanggakan bagi orang tuanya. Orang tua mana yang mengharapkan anak-anaknya gagal di tengah jalan? Orang tua mana yang menginginkan anak-anaknya tak mampu berdiri di atas kakinya sendiri? Aku rasa tidak ada, yang ada hanya pura-pura orang tua bahwa mereka merasa bahagia memiliki anak-anaknya walaupun anak-anaknya mengecewakannya.

Aku bahagia memiliki Ibu sepertimu, Ibu berjuang mati-matian demi kami, agar kami mampu menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. Ibu mengharapkan agar kami menjadi anak-anak yang mandiri dan sukses di masa depan. Sungguh impian Ibu sangat besar untuk kami.

Namun, apa yang kami lakukan?
Di usia kami yang telah dewasa, kami tetap menjadi benalu bagi Ibu. Saat di luar sana anak-anak seusia kami sudah memberikan banyak hal bagi orang tuanya bahkan mereka berlomba-lomba untuk membahagiakan orang tuanya, yang kami lakukan hanya merepotkanmu?
Ibu, sebenarnya aku tak ingin mengutarakan ini semua. Kadang aku merasa iri pada anak-anak lain, mereka mampu memberikan banyak hal pada orang tuanya meski tidak mampu membalasnya. Aku iri pada mereka yang bisa membanggakan orang tua mereka dengan segudang prestasi, dan masih banyak 'keirian' lainnya yang aku rasakan.

Jadi, benarkah ibu benar-benar bahagia memiliki kami saat ini?
Jika aku boleh menebak, mungkin jawabannya tidak.
Ibu tetap ingin memiliki anak-anak yang bisa membuat orangtuanya bangga dan merasa lega telah membesarkan dan mendidik kami.
Maafkan kami Ibu, kami terus menjadi benalu bagimu. Namun, kami begitu mencintaimu

Salam Hormat,

Dari anakmu yang tetap menjadi benalu bagimu
Advertisement:
Judul : Surat untuk Ibu Deskripsi : Admin : Terbit Rating : 5 stars

  • Lifestyle