Untung & Rugi Mengeringkan Cucian Di Jemuran
Advertisement:
Kucoba.com - Banyak orang di Asia memilih mengerikan cucian di jemuran. Hal ini dilakukan karena merasa lebih praktis efisien dan cepat. Adapun kerugiannya adalah saat cucian kembali basah karena hujan dan tak sempat mengangkatnya. Untung & rugi mengeringkan cucian di jemuran bukan sekedar itu saja loh.
Jemuran di atap
Jemur baju di jemuran via pixedbay.com
Cara mencuci dengan mesin cuci sudah banyak diketahui masyarakat Indonesia karena semakin banyak yang beralih dari mencuci secara manual dengan tangan ke mencuci memakai mesin cuci. Meskipun demikian, pemakaian mesin pengering cucian belum banyak dijumpai di rumah tangga-rumah tangga Indonesia sehingga jemuran masih menjadi pemandangan yang sangat umum terlihat di halaman rumah atau balkon apartemen. Cucian apa pun mulai dari jaket tebal sampai pakaian dalam tipis bisa langsung digantung di tali jemuran setelah dikeluarkan dari mesin cuci. Hampir tidak ada yang menentang, tidak ada yang memprotes, dan tidak sampai memicu masalah, kecuali ketika terjadi pencurian cucian dari jemuran atau sengketa area menjemur antartetangga.

Berbeda dari situasi di tanah air, menjemur cucian di luar rumah yang bisa terlihat oleh tetangga atau orang lewat dilarang di Amerika Serikat dan sejumlah negara-negara lain. Larangan bukan dikeluarkan oleh pemerintah, melainkan oleh pengelola properti atau manajemen apartemen. Alasannya, jemuran di luar rumah merusak pemandangan dan berpotensi menurunkan harga properti yang bersangkutan. Dampak larangan ini lebih terasa di kalangan warga yang menghuni rumah atau apartemen sewa kontrak. Sebagian wilayah pun kemudian merespons keluhan warga dengan mengeluarkan peraturan yang melarang larangan menjemur di luar rumah.

Sebenarnya, apa keuntungan mengeringkan cucian di tali jemuran sehingga cara ini masih sangat populer di Indonesia? Daftar berikut ini bisa jadi alasannya. Simak pula kerugian mengeringkan cucian dengan cara ini.

Keuntungan:
  • Hemat uang dan listrik. Jemuran di bawah sinar matahari tidak memerlukan daya listrik dan alat mahal. Seutas tali atau kawat jemuran bisa dibeli murah meriah dan dikaitkan ke dinding atau tiang pada kedua ujungnya.
  • Ramah lingkungan. Jemuran menghasilkan 0 emisi gas rumah kaca, sedangkan mesin pengering menghasilkan 2kg emisi CO2.
  • Cucian tidak menyusut. Udara terbuka tidak menyebabkan kain mengerut.
  • Wangi deterjen tetap bertahan. Setelah kering dijemur, wangi segar deterjen atau pelembut kain tetap menempel. Asalkan Anda tahu cara mencuci dengan mesin cuci, termasuk takaran dan cara memasukkan deterjen ke dalam mesin cuci, hasil cucian Anda akan tetap semerbak setelah dijemur.
  • Warna putih tetap putih. Sinar matahari langsung baik untuk mempertahankan warna putih cemerlang pakaian.

Kerugian:
  • Memakan lebih banyak waktu. Menggantung cucian satu per satu setelah dikeluarkan dari mesin cuci memerlukan ketelatenan, apalagi kalau Anda memerlukan hanger dan penjepit jemuran.
  • Rentan hujan. Jemuran perlu diangkat dan dimasukkan ke dalam rumah ketika hujan turun, lalu dikeluarkan lagi setelah hujan berhenti.
  • Mengganggu pemandangan. Bentangan jemuran bisa menjadi bahan pergunjingan di antara tetangga.
  • Menyingkap aib penghuni rumah. Kotoran atau noda pada cucian bisa menyingkap privasi pemiliknya.
  • Resiko pencurian. Pencuri tidak hanya mengincar perabotan elektronik di dalam rumah. Jemuran juga menjadi sasaran empuk.
  • Kontaminasi kotoran. Cucian bersih dari mesin cuci bisa kembali terpapar debu, asap kendaraan, kotoran burung, dan karat kawat jemuran.
Sebagian keputusan menjemur cucian didasari alasan kepraktisan. Memiliki mesin cuci dan mengetahui cara mencuci dengan mesin cuci dinilai sudah sangat membantu meringankan beban rumah tangga. Menggantung pakaian satu per satu di tali jemuran dianggap tidak terlalu menjadi beban demi menghemat sedikit pengeluaran biaya tagihan listrik.
Advertisement:
Judul : Untung & Rugi Mengeringkan Cucian Di Jemuran Deskripsi : Admin : Terbit Rating : 5 stars

  • Lifestyle